; charset=UTF-8" /> Nelayan Sondong Sering di Data, Tapi Tak Pernah Terima Bantuan - | ';

| | 1,171 kali dibaca

Nelayan Sondong Sering di Data, Tapi Tak Pernah Terima Bantuan

Nelayan Sondong

Dua orang nelayan Sondong sedang mencari udang di tepi laut Kota Tanjungpinang.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Berkerja sebagai penyondong udang, bukanlah pekerjaan yang mudah. ernyata pekerjaan ini sangat berisiko tinggi, seperti tersengat ikan lepu, Ubur-ubur dan binatang laut yang berbisa lainya. Inilah yang dilakoni oleh16 belas orag warga Kota Gurindam ini. Mencari udang dengan menyondong, setiap sore di pinggir pantai tepi laut kota Tanjungpinang untuk menyambung hidup.

Hasil yang di dapat diutamakan untuk lauk pauk sehari-hari, jika berlebi baru di jual. Uang hasil menyondong ini digunakan untuk membeli beras penyambung hidup. Hasil yang mereka dapat per-harinya tidak merata, jika nasib sedang beruntung, para nelayan sondong ini bisa menjual udang di sepanjang pinggir jalan, tepi lau. Namun jika kurang beruntung udang tersebut dibawa pulang untuk dimakan sekeluarga. Bahkan pada musim tertentu, se-ekor udang sulit untuk terjaring di alat sondong nelayan. Terutama pada musim angin Utara yang terkenal kencang hembusannya, para nelayan sondong sangat minim mendapatkan udang.

Sepenggal kisah diatas disampaikan Johan (26) nelayan sondong yang berdomilisi di Jl,Sumatera Kota Tanjungpinang mengaku, sudah 6 tahun menghidupi keluarganya dari hasil menyodong udang. Dijumpai Radar Kepri, Selasa (19/02)di tempat penjualan udang, Jl A R, Hakim tepi laut. Johan menuturkan.”Pendapatan saya per-hari hanya sekedar buat makan saja. Kalau musim Utara.. ya, nasib-nasiblah. Terkadang dapat menjual udang itu sampai Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu saja.” kata bapak dua orang anak ini.

Mengenai, apakah ada perhatian dari Pemko Tanjungpinang terhadap nelayan sondong,”Selama ini, kami belum pernah merasakan bantuan dari pemerintah apalagi dapat bantuan. Padahal, kami sering di data, ada yang dari LSM yang meminta data-data kami. Dan ada juga pegawai walikota. Kami juga pernah mengajukan permohonan bantuan, berupa sampan dan jarring melalui kantor Lurah Tanjungpinang Barat. Tapi hari ini, tak pernah kami sepeser-pun bantuan dari Peko Tanjungpinang.”tegasnya.

Hal senada disampaikan Udi (52), warga Kampung Jawa yang mengaku sudah puluhan menjadi nelayan sondong mengatakan.”Puluhan tahun saya menyodong, belum pernah di bantu oleh pemerintah. Kalau di data sering, namun bantuan belum pernah saya terima.”katanya.

Dibawah kepemimpinan H Lis Darmansyah SH- H Syahrul S Pd, Udi berharap agar Pemko Tanjungpinang membuka mata hati.”Tolong turun kelapangan, supaya bantuan yang di salurkan itu tidak salah sasaran. Kalau memang bantuan itu ada di anggarkan. Jangan melalui orang lain, langsung saja ke kami.”harapnya.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Rab 20 Feb 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek