; charset=UTF-8" /> Melan dan Rusli Maafkan Pengeroyoknya - | ';

| | 226 kali dibaca

Melan dan Rusli Maafkan Pengeroyoknya

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sidang dugaan pengeroyokan dengan terdakwa Arus Barus, Ari Fiandi Barus dan David Joy Bangun hari ini, Selasa (08/03) hadirkan 4 orang saksi. Yakni Rusli, Melani, Batriani dan Gracelia Wadjur.

Setelah disumpah, dua orang saksi dimintai keterangan yakni Rusli dan Melan. Sedangkan Gracelia dan Batriani diminta menunggu diluar sidang menunggu dipanggil ke persidangan.”Awalmya kami duduk di KTV Galaxy. Tiba-tiba Melan ditarik Arus Barus dan berbicara. Saya tak dengar apa yang dibicarakan.”ujar Rusli.

Kemudian lanjut Rusli.”Tiba-tiba Ari memukul Melan (Melani,red) dan jatuh. Setelah itu kawan-kawannya ikut mukul, ada 10 orang mungkin. Tapi saya tidak nampak pak Arus mukul.”tambahnya.

Melihat Melan dipukul, menurut Rusli dirinya mendatangi Melan hendak membantu namun.”Saya dipukul pakain kursi dan dilempar kursi dan pingsan. Sadar-sadar sudah di sofa, Ari mau pukul lagi tapi diselamatkan Grace dan Melan lari keluar.”terang Rusli.

Rusli mengaku kenal Arus Barus.”Saya pernah ikut dia guncang dadu. Tapi tak terlalu lama.”ujarnya. Mengenai latar belakang atau alasan Melani dan dirinya dipukuli, Rusli mengaku tidal tahu.

Dalam BAP, Rusli menerangkan antara Batriani dan Arus berpacaran.”Wah, itu saya tak tahu Yang Mulia.”ujarnya.

Saksi Rusli juga mengungkapkan antara dirinya dengan Arus Barus tidak ada masalah dan sudah maafkan.

Selanjutnya saksi Melan mengungkapkan.”Pak Barus menghampiri saya dan ada berkata, tapi tidak terlalu jelas apa yang diucapkan. Saat bicara itu, Ari mendekat dan menghentak kemudian memukul pada bagian muka sekali dan terjatuh, telentang. Beberapa orang menghampiri saya dan memukul, ada yang mukul muka saya dan ada yang mengeluarkan senjata. Saya lari keluar tapi terjatuh dan memukul, ada yang memukul pakai martil yang kecil, kena bagian kepala. Ari kemudian mengambil besi pembatas parkir dan memukul dada saya dan tersungkur. Beberapa orang membawa ke mobil dan dibawa ke batu 7 depan pemakaman. Diturunkan disitu dan diminta menelpon Batriani. Saya dipukul lagi dan dibawa ke Galaxy dan ditinggalkan.”terangnya.

Namun saksi Rusli dan Melan mengaku tidak tahu apa alasan mereka dipukuli.”Kemungkinan salah paham. Dia cukup dekat Batriani. Tapi sama saya dengan Batriani bersaudara.”kata Melani.

Melani mengaku hampir 2 Minggu tidak berani keluar rumah karena trauma dan sakit.”Saya juga dirawat dirumah sakit selama sehari.”ujarnya.

Saksi Rusli dan Melani mengaku pernah dihubungi pihak keluarga korban untuk berdamai.”Pak Arus Barus mau tidak minta maaf tak.?”tanya ketua majelis hakim.”Sekarang juga saya siap minta maaf Yang Mulia.”kata Arus Barus, begitu juga dengan Ari dan David.

Melani dengan hati terbuka menyatakan.”Saya memaafkan dan mengenai hukum tetap berjalan sesuai dengan yang berlaku.”ucapnya. Dan hal senada disampaikan Rusli.

Arus Barus mengucapkan.”Saya minta maaf dan siapa mengganti biaya perobatan dan kerugian yang terjadi akibat permasalahan ini.”ucap Arus Barus begitu juga dengan Ari dab David.

Luar biasanya, Melani tidak menuntut ganti apapun dan pada Arus Barus maupun Ari dan David. Meskipun demikian, hakim menyarankan agar Arus Barus memperhatikan Melani dan Rusli walaupun keduanya tidak meminta apapun.

Terhadap keterangan ini, Arus Barus membenarkan dan tidak menyanggah begitu juga dengan Ari dan David.”Benar yang Mulia.”ucapnya.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sel 08 Mar 2022. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek