; charset=UTF-8" /> Masih Ada Diskriminasi Penerimaan Murid Baru di Batam - | ';

| | 1,098 kali dibaca

Masih Ada Diskriminasi Penerimaan Murid Baru di Batam

Hisar Marpaung

Hisar Marpaung

Batam Radar Kepri-Seorang warga Batam, Hisar Marpaung mendatangi Kantor Dinas Pendidikan kota Batam di sekupang Batam, Senin (20/06). Hisar Marpaung mempertanyakan Pendataran anaknya, yang tidak diterima disekolah SMAN 1.Sekupang padahal nilai anak cukup dari nilai standar yang telah ditentukan sekolah.

Tapi setelah dia cek ke sekolah Nomor Pendataran anaknya tidak keluar. Hal disampaikan Hisar Marpaung pada radarkepri.com,”Setelah saya tanya kepada pihak sekolah, alasan mereka kalau penerimaan siswa murid baru disekolah SMAN 1. Sekupang tahun ini, terbatas hanya sebanya seratus dua puluh kapan orang, inikan aneh, hal inikan tidak pernah terjadi pada tahun sebelumnya disekolah ini.”ujarnya.

Menurut Hisar Marpaung dulu pada tahun sebelum-sebelumnya sebelumnya, sekolah SMAN 1. Ini lebih dan kurangnya menerima siswa baru 250 orang, karena memang lokalnya mencukupi, namun entah kenapa sekolah mengurangi jumlah penerimaan murid baru,”Ketika saya tanya ke sekolah dan dinas Pendidikan semua jawabannya, tidak tahu, tentu yang jadi korban masyarakat.” Paparnya. Hisar berharap kepada pemerintah kota Batam agar membangun sekolah sekolah unggulan dikota Batam agar semua masyarakat Batam merasa dapat keadilan dalam menuntut ilmu pendidikan dikota yang kita cintai ini,

Pada siang ini dibeberapa sekolah, penerimaan siswa baru secara reguler sekota Batam, pantau awak media terlihat antarian panjang orang tua wali murid desekolah, SD, SMP- SMA, tak sedikit orang tua wali murid dek,dukkan takut anak tidak diterima disekolah tempat mendatar, karena alasan klasik sekolah dengan alasan, tidak cukup umur, dan Nilai rendah. Hal senada juga disampaikan salah seorang tua wali murid disekolah SMPN 25 Tiban indah Sekupang, kepada awak media ini, alasan sekolah tidak menerima siswa baru, karena nilai rendah itu tidak tepat, soalnya kalau itu yang menjadi alasan sekolah- sekolah, mau dikemanakan anak buru lulus SD, SMP, SMA.

Apakah dia habis menamatkan sekolah SD,SMP, SMA, tidak boleh sekolah lagi, karena nilai rendah. Sementara moto pendidikan itu bukan untuk yang sudah pintar, tetapi bagi anak yang belum pintar, harus belajar biar menjadi pintar.” Ungkapnya. Sementara itu Muslim Bidin yang hendak dikomfirmasi dikantornya salah seorang stafnya mengatakan Bpk lagi keluar, sampai berita ini diturunkan media belum berhasil menghubunginya. (taherman)

Ditulis Oleh Pada Sen 20 Jun 2016. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek