; charset=UTF-8" /> Mantan Kepala RSUD Dabo Dihukum 18 Bulan Penjara - | ';

| | 589 kali dibaca

Mantan Kepala RSUD Dabo Dihukum 18 Bulan Penjara

dr Asri Wijaya, mantan dirut RSUD Dabosingkep yang dihukum 18 bulan penjara.

 

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sehari sebelum datangnya bulan Ramadhan 1442 H yang jatuh pada Selasa (13/04) besok. Direktur RSUD Dabosingkep, dr Asri Wijaya (ditahan di Rutan Dabo)  dan Al Husada Jufri (tidak ditahan)  divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Tanjungpinang, Senin (12/04).

Sebelum vonis dibacakan, ketua majelis hakim Edwart MP Sihaloholo SH MH menetapkan dan memerintahkan jaksa menahan terdakwa Al Husada Jufri ditahan di Rutan Dabosingkep selama 30 hari kedepan.”Nanti salinan penetapan kami serahkan ke penuntut umum untuk dilaksanakan.”tegas ketua majelis hakim.”Siap Yang Mulia, dilaksanakan.”ucap Josua Tobing SH, JPU dari Kejari Lingga yang Kasi Pidsus di Kejari tersebut.

Sidang dilanjutkan dengan agenda pembacaan putusan dan majelis hakim meminta pada JPU dan penasehat agar majelis hakim membacakan intinya saja.”Kami tidak keberatan.”kata JPU dan pengacara dr Asri Wijaya menjawab permintaan majelis hakim.

Menurut majelis hakim, setelah mendengarkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti serta fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan.”Pada pokoknya terdakwa mengakui perbuatanya dan kerugian negara sudah dikembalikan. Majelis hakim menilai pengembalian uang negara tidak menghapus pidana.”ujarnya.

Majelis hakim yang terdiri dari Edwart MP Sihaloho SH MH (ketua), Yon Efri SH MH dan Jonni Gultom SH MH (anggota) menyatakan.”Perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan penuntut umum.”terangnya.

Dalam surat dakwaan disebutkan, AL HUSADA JUFRI bin KUSYAFRI selaku Bendahara Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah Dabo diangkat berdasarkan Surat Keputusan Direktur RSUD Dabo / Pimpinan Pengelola Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Dabo Kabupaten Lingga dengan Surat Keputusan Nomor : 013/KPTS-BLUD/V/2018 tanggal 05 Mei 2018 secara bersama-sama dengan dr. Asri Wijaya Surbakti (dilakukan Penuntutan secara terpisah) selaku Direktur RSUD Dabo / Pimpinan Pengelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah Dabo Kabupaten Lingga berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lingga Nomor : 006/KPTS/I/2017 tanggak 10 Januari 2017 tentang Penunjukan Pejabat Pengelola Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Dabo Kabupaten Lingga, pada hari dan tanggal yang sudah tidak dapat ditentukan lagi secara pasti, namun dalam kurun waktu tahun 2018 atau setidak-tidaknya pada waktu lain di tahun 2018, bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah Dabo atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk dalam wilayah Kabupaten Lingga atau setidak-tidaknya di suatu tempat lain yang masih termasuk di dalam daerah hukum Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Tanjungpinang yang berwenang memeriksa dan mengadili berdasarkan Pasal 3 angka 2 Surat Keputusan Mahkamah Agung RI No. 153 / KMA / SK / X / 2011 tanggal 11 Oktober 2011, sebagai yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan Keuangan Negara atau perekonomian Negara sebesar Rp. 551.414.600,00 (lima ratus lima puluh satu juta empat ratus empat belas ribu enam ratus rupiah) sebagaimana tercantum dalam Laporan Hasil Audit Investigasi BPKP Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau Nomor : SR-94PW28/5/2020 tanggal 3 Maret 2020.

Al Husada, terdakwa korupsi di RSUD Dabosingkep.

Perbuatan terdakwa dr Asri Wijaya dan Al Husada menurut hakim terbukti melanggar pasal 3 junto pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi junto pasal 55 KUH Pidana.

Terdakwa dr Asri Wijaya, divonis majelis hakim selama 1 tahun dan 6 bulan penjara denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan.

Sedangkan terdakwa Al Husada selama 1 tahun penjara dan 3 bulan penjara denda Rp 50 juta subsidair selama 2 bulan penjara.

Terdakwa dr Asri Wijaya dan penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir, begitu juga dengan penuntut umum. Sedangkan Al Husada menyatakan menerima begitu juga dengan pengacaranya.

Dalam persidangan juga diungkap modus dr Asri Wijaya dengan meminjam perusahaan orang lain dan menarik keuntungan dari pinjam perusahaan tersebut tersebut hampir Rp 500 juta.”Terdakwa tidak melaksanakan tugas dan kewajiban BLUD Dabosingkep sebagaimana pakta integritas yang ditandatanganinya. Pro aktif dalam pencegahan korupsi dan menyampaikan informasi dugaan penyimpangan ke pengawasa internal pemkab Lingga.”terang majelis hakim dalam pertimbangan hukumnya.

Selain kasus diatas, dr Asri Wijaya selaku Direktur Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA) juga tersandung kasus pemeliharaan RSUD Dabosingkep Rp 555 juta bersama dan Satria Nagawa, supir bupati Lingga pada saat itu.

Dalam kasus bersama Satria Nagawan ini, terdakwa dr Asri Wijaya belum dibacakan vonisnya oleh karena perkaranya disidangkan oleh majelis hakim lain.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sen 12 Apr 2021. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek