| | 242 kali dibaca

Lahan Kemenpera Berubah Fungsi Jadi KSB

Inilah lahan Kemenpera yang beralih menjadi KSB.

Batam,Radar Kepri-Diduga lahan yang direncanakan untuk Perumahan Rakyat, dikecamatan Sagulung, Kelurahan saipelengut Dapur 12 kota Batam, berubah pungsi menjadi Kavling Siap Bangun (KSB).
Menurut sumber media ini,bahwa Kementerian Perumahan Rakyat
(Kemenpera) menduga telah mengalokasikan dana milyaran Rupiah untuk untuk pembangunan rumah sangat sederhana, untuk warga kurang mampu yang belum memiliki rumah dikota Batam.”Namun, kalau dilihat dari realisasinya hanya puluhan petak rumah saja itupun asal jadi di enam blok. di kavling Bukit Kamboja Ujung Sagulung, kota Batam,Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). “Sebut Sumber.

Pembangunan rumah sangat sederhana untuk warga berpenghasilan rendah dinilai sudah membebani warga, karena dinilai tidak jelas statusnya.

Sumber media ini menilai perencanaan Perumahan ini dari awal tidak matang, hal ini bisa dilihat, dimulainya proyek Adri tahun 2006- 2007 tersebut.”ungkap sumber.

Lebih lanjut Sumber menambahkan Rumah ini sebagai percontohan oleh Otorita Batam yang sekarang sudah berganti nama menjadi BP Batam.

Rumah yang disebut sebagau Rumah Sederhana Sehat (RSS) atau Rumah Sangat Sederhana Sehat (RSSS).
Namun sampai sekarang penuh tanda tanya keberadaa statusnya, bahkan kami yang telah Tp 21, apakah rumah ini, Kavling siap Bangun Atua Perumahan rakyat,” katanya penuh tanda tanya.
soalnya rumah ini tidak mempunyai legalitas yang jelas. .”tambahnya.

Sumber menyebutkan, Sebagai mana diketahui Otorita Batam waktu itu telah melokasikan lahan yang sangat luas untuk lokasi bangunan Perumahan Rakyat tersebut, akan tetapi sekarang lahan tersebut kini telah berubah menjadi KSB.
Sember lain menyebutkan bahwa lahan sedianya untuk pembangunan rumah masyarakat tidak mampu sudah berubah menjadi lahan bisnis bagi oknum-oknum pejabat BP Batam, dikatakan sumber.

Sebelumnya rumah tersebut dibangun masyarakat yang ingin mengambil rumah dengan uang muka RP3000.000.tapi apa yang terjadi rumah tersebut tidak disiapkan, sebagai mestinya, hanya berapa petak saja.

Fisik dari bangunan proyek perumahan tersebut sekarang sangat memiriskan. Yang dikerjakan asal jadi, itupun tidak siap dikerjan, hanya ada dibangun setelah pondasi yang tinggal begitu saja tampa dilanjutkan.
Sekarang pembangunan,rumah yang telah siap hancur berantakan,sebagian lokasi tanah yang penuh ditumbuhi rumput tidak terurus.”timpalnya.

Informasi dilapangan dulunya sebelum rumah tersebut dibangun ,masyarakat yang ingin mengambil rumah tersebut sebagai uang muka /DP RP300.000.tapi apa yang terjadi rumah tersebut tidak disiapkan semua.

Masyarakat yang tinggal menempati Perumahan proyek kamempera dan Otorita Batam yang dibangun pada awal tahun 2007 itu sungguh tidak layak. Pada awalnya Kapling Siap Huni itu dikabarkan disubsidi oleh pemerintah.

Sumber menceritakan jual beli harga rumah itu, pada awalnya dibangun dengan hargs Rp 33,5 juta per unit tetapi, habis itu harga naik menjadi Rp 48 juta. “Harga baru DP Rp 3,5 juta ditambah Rp 500 ribu biaya balik nama,
Masyarakat juga menambahkan Badan Pengusahaan Batam, kan minta sejumlah uang kepada warga yang sudah menempati rumah tersebut.

Uang itu diklaim sebagai uang pengajuan KPR ke bank. Warga dibebani DP Rp 3 juta, booking fee Rp 300 ribu, dan pelunasan KPR rumah hingga Rp 48 juta yang akan diangsur selama sepuluh tahun. Warga jadi bingung. Sebab, mereka hanya tahu bahwa rumah itu program perumahan murah dari Kemenpera.

Program Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) pada dasarnya untuk memperjuangkan dan mensejahterakan masyarakat yang belum memiliki rumah, sudah terlealisasi di beberapa daerah dan kota di seluruh Indonesia. namun sangat disanyangkan, progaram Menpera tersebut, disinyalir telah dikotori oleh oknum-oknum BP Batam yang tidak bertanggung jawab.

Perumahan yang berjudul perumahan subsidi Kempera yang Berlokasi di Kelurahan Sungai Pelungut Kecamatan sagulung kota Batam Kavling Siap Bangun (KSB) diduga dijadikan untuk memperkaya oknum pejabat dengan memperkaya diri sendiri.

Lebih lanjut Sember mengatakan, Melihat dari hasil perumahan sekarang sangat memperhatian adanya pondasi yang tidak siap dibangun serta bangunan terbengkalai sebagian penghuni rumah tersebut menjerit merasa tertipu.

Sumber berharap kepada penegak hukum Kepri, menghusut keberadaan proyek perumahan yang disebut-sebut sebagai Program Kementrian Perumahan rakyat ( kemenpera)
Sementara itu mantan kepala seksi Permungkinan BP Batam Priono yang dikonfirmasi awak media ini terkait Prihal diatas, mengatakan bahwa awalnya Perencanaan Pembangunan Rumah yang sangat sederhana, untuk keluarga yang tidak mampu, bagi warga Batam yang berpenghasilan rendah itu, Memang direncanakan Program Kemenpera, namun berjalannya waktu hal ini tidak bisa terealisasi, dikernakan terkendala oleh surat- surat administrasi dari BP Batam, sehingga program rumah subsidi, yang kami ajukan, kepada Kementrian Perumahan rakyat ( Kemenpera) Rumah subsidi tidak berjalan, maka dari kami cari oner untuk mengerjakannya.
Priono membantah terkait adanya Lahan yang akan diperuntukan untuk Perumahan rakyat, berubah pungsi menjadi lahan Perumahan Kavling siap bangun (KSB), tidababar informasi yang terima itu jawabnya, klo bpk mau tau informasi lebih lanjut konfirmasi ke atasan saya.” Tutupnya.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Rab 23 Agu 2017. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda