' '
| | 1.059 kali dibaca

Ketua DPRD Tpi Tak Berdaya Hentikan Tambang Ilegal

Tambang dan Suparno-

Tambang bauksit di Nusantara kilomter 13 Tanjungpinang, Selasa 17 September 2013. Dan ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Suparno yang hanya bisa berpangku tangan melihat maraknya tambang ilegal,(foto by aliasara, radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Puluhan mobil dumtruck berkapasitas belasan ton dan truck berkapasitas sedang. Bermuatan biji bauksit hingga hari ini Selasa (17/09) masih bebas melenggang melintasi jalan umum di Jl Nusantara-Jl Adi Sucipto kilometer 13 arah Kijang. Akibatnya ruas jalan sepanjang hampir 2 kilometer yang dibangun dengan uang rakyat banyak yang retak dan pecah-pecah. Sehingga pengguna jalan lainya merasa sangat terganggu.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Tanjungpinang, Suparno di konfirmasi Radar Kepri terkait dengan maraknya mobil dumtruck yang bebas mengangkut biji bauksit melintasi jalan umum tersebut, Selasa (17/09) via ponselnya melalui pesan singkat, menyampaikan.”Melalui Komisi III, beberapa waktu yang lalu melakukan sidak dan bersama Pemko. Melalui Dinas Perhubungan melakukan penertiban terus menerus.”tulis Suparno.

Ad (45) warga Kecamatan Tanjungpinang Timur ketika di jumpai media ini di satu kedai kopi di jalan Daeng Celak, tepatnya sekitar 100 meter dari Jembatan Gugus Engku Hamidah mengaku kecewa dengan kinerja pemerintah kota Tanjungpinang yang dipimpin H Lis Darmansyah SH saat ini. Pasalnya.”Sudah 8 bulan memimpin, tidak satu-pun kinerjanya yang jelas terhadap masyarakat kota Tanjungpinang ini. Buktinya, hingga saat ini, mencegah pengrusak lingkungan saja tak berani, apa lagi yang lain.”Kata lelaki berbadan sedang itu kesal.

Kemudian ditambahkan Ad.”Coba saja pikir mas, sejak bauksit di kampung Wonosari kilometer 13 “dirampok dan dijarah” oleh penambang yang tidak memiliki ijin. Waduk sungai pulai sudah hampir 60 persen mengering. Sementara sumber air bersih untuk ratusan ribu masyarakat kota Tanjungpinang hanya itu-lah satu-satunya.”katanya.

Ditambahkan Ad.”Namun hingga saat ini pemerintah kota tersebut, tetap saja membiarkanya, pemerintah apa itu.”kesalnya.

Pantauan Radar Kepri di lapangan di sepanjang jalan tersebut, mobil dumtruck dan truck berukuran sedang. Terlihat masih bebas melenggang melintasi jalan tersebut sehingga jalan itu banyak yang retak, pecah-pecah dan berlubang. Terlihat juga warna aspal sepanjang jalan itu, sudah berubah warna menjadi warna kuning, kemerah-merahan. Di musim panas menimbulkan debu, jika hujan menimbukan becek.

Informasi yang diperoleh media ini dilokasi tersebut, ketiga perusahaan tambang yang beroperasi dilokasi kampung Wonosari itu. Tidak satupun petugas yang akan berani menghentikan perusahaan tersebut. Jangankan menutup, menghetinkan saja tak akan berani mereka, karena pemilik perusahaan tambang itu bekingnya orang kuat.”Kalau setingkat Dishub dan Polres, tidak akan mampu untuk menutup usaha tambang yang ada kampung Wonosari itu.”Terang sumber yang enggan menyebutkan namanya.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sel 17 Sep 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek