''
| | 368 kali dibaca

Jual Kosmetik dan Makanan Illegal, Terdakwa Asun dan Jonli Bebas Berkeliaran

Terdakwa Asun saat disidangkan di PN Tanjungpinang.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sidang penjualan produk kosmetik illegal dengan terdakwa Asun menghadirkan saksi Lina yang merupakan karyawan toko Katerina milik terdakwa, Rabu (11/04) di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Saksi Lina mengatakan pada bulan Agustus 2017 datang seorang pembeli ke toko yang dirinya jaga untuk beli beberapa kosmetik dengan jumlah banyak. Karena produk yang diminta tidak ada di toko, terdakwa Asun lalu mengambil di rumah kakaknya di Jalan Ketapang.

“Waktu lagi di toko tiba-tiba orang BPOM datang dan meminta saya mengantar mereka ke tempat terdakwa. Saat berada disana saya lihat terdakwa dan sekitar 4 orang BPOM mencatat beberapa produk yang disimpan di rumah kakak terdakwa,” ujarnya.

Dikatakan saksi, pihak BPOM menyita beberapa produk kecantikan karena tidak memiliki ijin jual dan tidak ada logo BPOM di produk yang disita.

Sedangkan terdakwa Jonli, terdakwa yang menjual makanan illegal menghadirkan saksi Gita, Wirna dan Febi yang merupakan karyawan CV. Cahaya Abadi milik terdakwa yang bergerak dibidang supplier beragam barang-barang makanan.

Terdakwa Jonli saat disidangkan di PN Tanjungpinang.

Saksi Febi mengatakan pada bulan Oktober 2017 datang beberapa anggota BPOM memeriksa gudang tempatnya bekerja. Saat itu ditemukan ribuan pics produk luar, seperti kentang goreng dan nudget tanpa logo BPOM dan ijin edar.

“Produk itu biasanya datang dari Batam, sudah lama kami jual ke hotel di Tanjungpinang. Kalau itu dilarang saya sendiri tidak tahu,” ujar saksi.

Walaupun terbukti menjual produk illegal, kedua terdakwa tidak ditahan mulai dari proses penyidikan di BPOM Batam, Kekati Kepri hingga masuk persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Sidang akan dilanjutkan pada hari Rabu 25 April 2018. (Dwa)

Ditulis Oleh Pada Rab 11 Apr 2018. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek