' '
| | 1.126 kali dibaca

Jenazah Akeng Masih di Rumah Yayasan Nirwana

Prosesi penyelenggaraan Akeng

Jenazah Akeng masih di rumah Yayasan Nirwana hingga Selasa 13 Agustus 2013. (foto by aliasar, radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Jenazah Akeng alias Bandi (60) yang tewas dibantai oleh Ahwat alias Haiti, Minggu (11/08) lalu di Jl Tambak. Hingga, Selasa (13/08) masih disemayamkan di Rumah Yayasan Nirwana, Jalan Pelantar II Tanjungpinang. Dua dari empat orang anak almarhum, yaitu Ati dan Amoi serta kerabatnya terlihat masih berduka menunggu jadual kremasi.

Di altar yang dilapisi keramik dengan kain kuning bermotif  bunga teratai, terlihat dua dupa beraroma cendana yang di apit dua lilin besar berwarna merah, masih terlihat menyala ketika Radar Kepri mengunjungi tempat persemayaman sementara jenazah almarhum Akeng, Selasa (13/08) sekitar pukul 17 50 Wib. Pada bagian belakang terpampang foto almarhum Akeng yang telah dibingkai dengan latar belakang gambar swastika.

Wajah Ati (24), anak pertama dari almarhum Akeng masih terlihat berduka, mengenakan kaos putih dengan mata masih memerah akibat menangis.”Saya Pasrah saja-lah pak, saya tidak tahu masalah itu.”Kata Ati meneteskan air mata ketika disapa media ini.

Ketika ditanya media ini, Akeng itu berapa orang bersaudara dan anak ke berapa. Ati mengatakan.”Saya tidak tahu pak, karena saya tidak tinggal bersama bapak. Saya bersama mamak dan ke 3 adik-adik saya di Batam. Jadi saya tidak tahu masalah bapak.”Katanya lagi.

Amoi, anak kedua almarhum Akeng ketika dihampiri awak media ini di tempat yang sama hanya bisa menangis. Tidak sepatah kalimat-pun sanggup terucap. Ketika ditanya kapan jenazah ayahnya akan di kebumikan atau di kremasi, Amoi mengatakan.”Saya belum tahu pasti, entah kapan dikebumikan. Apakah, akan di kremasi (bakar) atau di tanam (kubur) saya tidak tahu.”Kata Amoi sambil menangis.

Pantauan awak media ini dirumah Yayasan Nirwana Jl Pelantar II terlihat beberapa keluarga dan kerabat Akeng terlihat melipat kertas Kim Chua (kertas sembayang, red) menurut kepercayaan agama Budha.

Sementara, pelaku pembantaian Haiti masih terbaring di RSUD Tanjungpinang guna perawatan medis akibat luka sabetan dilehernya. Dua orang polisi dari Polresta Tanjungpinang masih berjaga, begitu juga keluarganya. Pengawalan ketat dilakukan polisi, hanya pihak keluarga yang di ijinkan melihat dan membezuk Haiti. Itupun dikawal polisi untuk dapat bertemu dengan Haiti yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Perawatan medis juga masih berlangsung terhadap Nurbaiti alias Neni (33), korban pembacokan Haiti di kamar bedah Rumkital dr Midiyanto, Tanjungpinang untuk merawat luka dikepala sebelah kirinya.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sel 13 Agu 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda