; charset=UTF-8" /> Jelang Pilpres, Panwascam se-Lingga Keluhkan Minimnya Pelatihan dan Bimtek - | ';
'
'
| | 1,026 kali dibaca

Jelang Pilpres, Panwascam se-Lingga Keluhkan Minimnya Pelatihan dan Bimtek

10463966_639683002784495_4424899668594527570_n

Ketua Panwaslu Kecamatan Lingga, Taufik

Lingga, Kepri Info-Anggota pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) Lingga mengeluhkan tidak pernah adanya pelatihan, maupun bimbingan teknis yang baik terhadap Panwas di kecamatan maupun pengawas lapangan.

Bahkan menurutnya anggota panwas tersebut dalam peningkatan pemahaman SDM dalam pengawasan pemilu terkesan nihil. Sementara itu, angaran hibah yang informasinya sangat besar, tidak terlihat dalam meningkatkan mutu SDM yang dilakukan dilembaga tersebut. Baik Panwas Kabupaten Lingga maupun panwaslu Provinsi Kepri.

Hal ini di sampaikan ketua Panwaslu kecamatan Lingga, Taufik melalui BBM ke media ini.”Minimnya bimtek menjelang pemilu, baik di pemilu legislatif yang lalu maupun pemilu presiden ini. Bahkan informasi yang kita dapatkan, anggaran hibah yang begitu besar sampai saat ini kita tidak pernah diberikan dalam meningkatkan kualitas penyelengara pemilu.”sesalnya.

Dirinya mengatakan sampai saat ini, tahapan demi tahapan pemilu yang di lalui jajaran baik dari panitia pengawas pemilu Kecamatan dengan pengawas pemilu lapangan (PPL) belum pernah bertatap muka dalam pertemuan secara resmi.”Apalagi dengan Panwascam se-kabuapten Lingga ini.”terangnya.

Dirinya menilai baik panwaslu kabupaten Lingga maupun Bawaslu Provinsi terkesan kurang memperhatikan terkait dalam peningkatan maupun persoalan yang dialami di tingkat kecamatan maupun PPL di tingkat TPS.”Anggaran hibah yang kita dengar yang di dapatkan dari pemerintah daerah, sampai saat ini tidak pernah di berikan dan koordinasi permasalahan kebutuhan yang diinginkan panwas kecamatan maupun PPL. Kalau-pun adanya rakor atau bimtek yang diadakan di tingkat Provinsi yang selalu di ikuti komisioner Panwaslu Kabupaten, namun tak ada tindak lanjut atau penerapan selanjutnya ke tingkat bawah.”bebernya.

Dirinya menilai, sehingga bisa katakan kegiatan yang bersifat sia sia, sebab di tingkat bawah tidak mengetahuinya, Hal ini juga di sampaikan anggota pengawas pemilu lapangan.”Saya berharap dengan masuk pengawasan pemilu dapat menambah wawasan saya. Namun sampai saat ini, kita-pun bingung dengan apa yang harus di lakukan dan tahapan-tahapan yang di lalui, rapat maupun bimtek sampai saat ini tidak pernah dilakukan.”ujar Fery, Saparulan, Malik dan anghota PPL lainnya.

Namun masalah perhatian baik dalam peningkatan kualitas maupun kuantitas penyelengara dalam pemilu, banyak dikeluhkan anggotan pengawas lainya. Bahkan menjelang pilpres yang tak lama lagi, belumm pernah adanya secara formal tingkat kecamatan maupun PPL. Sebagaimana yang di sampaikan Taufik dan anggota PPL lainya.

Menurut Taufik, hal ini bukan hanya dialami dirinya saja, hampir seluruh kecamatan di kabupaten Lingga mengalami hal yang sama.”Biaya operasional kita saja dari pemilu legislatif lalu belum di bayar sepenuhnya, bahkan keteledoran dalam pengelolaan anggaran ini, anggota PPL tahun 2013 lalu, 2 bulan tidak mendapatakan biaya operasional.”terangnya.(amin)

Ditulis Oleh Pada Jum 13 Jun 2014. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek