; charset=UTF-8" /> Jelan Ramadhan, Tambang Bauksit di Sei Carang Makin Edan - | ';

| | 813 kali dibaca

Jelan Ramadhan, Tambang Bauksit di Sei Carang Makin Edan

Tambang bauksit di Sei Carang, Selasa 9 Juli 2013.

Tambang bauksit di Sei Carang, Selasa 9 Juli 2013.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Jelang sore Selasa (09/07) sekitar pukul 14 34 Wib awak media ini melakukan investigasi ke lokasi tambang ilegal biji bauksit di Sei Carang dan Sei Timun. Ternyata, aktivitas pengerukan biji bauksit masih saja berjalan lancar tanpa memikirkan dampak lingkungan yang sudah luluh lantak. Akibat ulah pengusaha tambang yang menjarah hasil bumi segantang lada yang akan dibawa kenegeri cina.

Kemudian, dilokasi tersebut puluhan mobil dumtruck yang bermuatan  biji bouksit masih terlihat bebas melintasi jalan umum. Tak terlihat satu orang-pun petugas yang berwenang seperti petugas kepolisian maupun petugas dari Dinas Pehubungan mengawasi jalan-jalan yang di lintasi dumtruck tersebut.

Terlihat juga jalan yang dilintasi mobil damtruck seperti Jl Daeng Celak hingga Jalan di depan Makorem 033 Wira Pratama Tanjungpinang banyak yang retak dan berlobang seperti kubangan.

Meskipun jalan-jalan tersebut banyak yang hancur akibat ulah penambang bijih bauksit hingga saat ini. Anehnya aparat terkait hingga hari ini, Selasa (09/07) belum ada mengambil tindakan yang positif terhadap para penjarah hasil perut bumi negeri ini.Penegak hukum kota Tanjungpinang terkesan mandul dan melempem.

Ah (40) warga Tanjungpinang saat dijumpai media ini, disatu kedai kopi Jalan tambak, terkait dengan hancurnya jalan-jalan akibat dilintasi mobil dumtruck yang bermuatan belasan ton bijih bouksit milik pengusaha tambang illegal itu, mengatakan.” Sebenarnya petugas terkait itu bukan tidak mampu menindak tegas pengusaha tersebut, tapi mereka tidak mau bertindak tegas. Karena mereka semua sudah disuap.”katanya.

Masih Ah melanjutkan.”Jika mereka petugas terkait tidak mendapat bagian, tentu mereka mau menindak tegas para penjahat ekonomi itu. Coba bayangkan, sedangkan mencuri telor ayam saja kita dihukum, karena kita tidak bayar upeti kepada mereka, coba kita bayar pasti sipencuri telor tadi di lepaskan dengan bermacam alasan.”ujarnya.

Ah juga menjelaskan.”Jadi kita jangan heran lagi, jika penjarah hasil bumi tersebut tidak ditindak tegas dengan petugas, termasuk juga oknum wartawan yang mendapat bagian dari pengusaha bauksit itu, lihat saja, setiap bulanya, mereka oknum wartawan juga membagi-bagi jatah amlop sesama wartawan.”jelasnya. Menurut keterangan sumber yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan. Pengusaha tambang memang tidak membagi-bagikan jatah amplop kepada wartawan.Namun pengusaha itu, mempercayai oknum wartawan disatu kelompok.”Seperti untuk Wartawan TV misalnya, itu ada satu orang wartawan TV juga yang membagikanya. Begitu juga dengan wartawan elektronik dan wartawan media mingguan.”kata sumber itu.

Seperti di penambang bauksit di Tanjung Sebauk milik Jimy yang diduga memberikan jatah wartawan kepada Agus. Seorang oknum wartawan gadungan yang tak jelas di media mana laki-laki berkulit keling ini menulis. Dikabarkan, belasan media termasuk media harian di catut namanya oleh Agus yang diduga tinggal di Jl Ganet kilometer 11 Tanjungpinang. Puluhan juta diserahkan ke Agus untuk dibagi-bagikan ke oknum wartawan, celakanya. Ternyata uang tersebut diembat sendiri oleh Agus. Bahkan dikabarkan Agus berencana menikah lagi dengan uang hasil menilep tersebut. Hingga berita ini diunggah, Agus, oknum yang mengaku-ngaku wartawan itu belum menjawab konfirmasi media ini. (aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sel 09 Jul 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek