' '
| | 841 kali dibaca

Jaksa Didesak Tuntaskan Dugaan Korupsi Proyek Rehab Rumah di Kp Melayu

Pekerja proyek rehab rumah dari program PNPM tahun 2013 yang masih dikerjakan pada Januari 2014.

Pekerja proyek rehab rumah dari program PNPM tahun 2013 yang masih dikerjakan pada Januari 2014.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Berita tentang dugaan korupsi proyek rehab rumah dari 32 menjadi 34 rumah warga Kampung (Kp) Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur yang saat ini di telaah (teliti) oleh Kejari Tanjungpinang, mendapat tudingan miring dari oknum yang diduga antek-antek para calon tersangka dugaan korupsi kasus tersebut.”Dul.. dul.. berita macam apa kayak gitu. Kelihatan kali mau minta duit.”tulis pembaca yang menamakan dirinya Bento, dikirim pada pukul 16 39 Wib tanggal 24 Januari 2014.

Tanggapan dari pembaca merupakan respon dari berita berjudul.”Kejaksaan Telaah (pelajari) Dugaan Korupsi Rehab Rumah di Kampung Melayu.”Yang dimuat radarkepri.com pada Rabu (22/01). Tanggapan tersebut tentu menimbulkan tendensi beragam, diantaranya, mungkinkah ada oknum kejaksaan yang meminta duit agar perkara tersebut tidak diteruskan proses hukumnya ?. Kemudian, apakah Abdullah Mustafa yang gencar menyuarakan kebobrokan dalam proyek rehab rumah itu meminta sejumlah uang agar berhenti bersuara ?.

Kejari Tanjungpinang SR Nasution SH MH dikonfirmasi Radar Kepri via ponselnya melalui pesan singkat, Sabtu (25/01) menegaskan.”Tidak benar itu.”katanya.

Sedangkan Abdullah Mustafa dikonfirmasi Radar Kepridihari yang sama mengatakan.”Saya tidak kenal dengan orang-orang yang terkait kasus tersebut. Telpon saja tak pernah, apalagi jumpa untuk meminta uang.”tegasnya.

Abdulah Mustfa mendorong Kejari Tanjungpinang untuk mengusut tuntas proyeb rehab rumah di Kampung Melayu tersebut.”Dari bertambahnya jumlah rumah yang direhab saja sudah menimbulkan kecurigaan. Dari 32 rumah menjadi 34 rumah. Kemudian ada informasi rumah kos-kosan-pun di rehab.”ujarnya.

Ditambahkan Abdulah Mustafa, sampai hari Sabtu (25/01), baru 13 unit rumah yang benar-benar selesai dikerjakan dari 34 yang direncanakan.”Dari dana Rp 1 miliar, yang sampai hanya Rp 850 juta. Yang Rp 150 juta, kabarnya di sunat. Makanya, kita mendesak jaksa mengusut tuntas, kok bisa pekerjaan baru sekitar 30 persen dikerjakan. Tapi anggaran sudah 100 persen. Bagaimana caranya anggaran bisa cair 100 persen ketika pekerjaan baru selesai 30 persen saja.”tegasnya.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sab 25 Jan 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek