; charset=UTF-8" /> Ini Penjelasan Kapolres Lingga Terkait Pembakaran Pochai Milik Aleng - | ';

| | 424 kali dibaca

Ini Penjelasan Kapolres Lingga Terkait Pembakaran Pochai Milik Aleng

AKBP Joko Adi Nugroho, Kapolres Lingga.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Kapolres Lingga, AKBP Joko Adi Nugroho telah memerintahkan Kapolsek Senayang untuk tetap mengusut dugaan pembakaran sampan (pochai) milik Aleng yang terjadi pada 11 Juni 2018 lalu. Dalam proses penyelidikan, muncul wacana kedua belah pihak berdamai dengan perjanjian, kerugian yang dialami Aleng diganti.

Hal ini disampaikan Kapolres menjawab konfirmasi yang dikirim radarkepri.com melalui WA-nya, Minggu (30/12) siang terkait kendala dalam penuntasan kasus yang dilaporkan sepekan pasca kejadian.”Kendala sebenarnya gak ada. Hanya ketika terduga yang disangka membakar sampan kita panggil , ternyata banyak masyarakat/warga yang ikut serta.Mereka semua mengaku sebagai pelaku pembakaran (solidaritas).”terang Kapolres.

Dilanjutkan Kapolres.”Tapi sudah saya perintahkan kepada Kapolsek untuk tetap diusut. Dan pada beberapa waktu lalu,¬†ada wacana penyelesaian secara kekeluargaan oleh pihak masyarkat.”jelasnya.

Ditambahkan Kapolres.”Penyebabnya adalah adanya aktifitas pengusaha arang yang mengambil bahan baku diluar wilayah usaha mereka. Dan mengganggu lahan tempat masyarakat mencari nafkah ( mencari ikan/ ketam).Maka terjadi pembakaran tersebut.”beber Kapolres.

Mengenai upaya damai dengan mediasi polisi, Kapolres membenarkan.”Dia (Aleng,red) masih ingin buka jalan damai.Tapi jangan terlalu lama diganti pochainya.”pungkasnya.

Hal ini (tawaran damai,red) dibenarkan Aleng.”Iya pak. Memang ada upaya damai. Tapi baru wacana, saya belum melihat kesungguhan mereka. Kemarin, saya ditawari papan untuk buat pochai. Jelas saya tak mau, saya punya pengacara, tentu harus bicara dulu sama pengacara saya dulu. Saya juga meminta pernyataan dari mereka untuk tidak mengganggu dan mengulangi perbuatanya.”kata Aleng saat dijumpai radarkepri.com di sebuah kedai kopi di Tanjungpinang, Minggu (30/12).

Sebenarnya, lanjut Aleng penegakkan proses hukum atas para pelaku pencurian sampan berujung pembakaran karena permintaan mereka (yang merampas sampan,red) tidak dipenuhi ini.”Untuk mengangkat harkat dan martabat polisi. Saya menilai, mereka yang mencuri dan membakar sampan saya tidak menghargai polisi.Mungkin karena ada oknum pejabat didaerah itu yang membeking. Makanya, kasusnya jadi berlarut-larut begini.”urainya.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Ming 30 Des 2018. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek