' '
| | 928 kali dibaca

Hanya 17 Orang Calon Wakil Rakyat Untuk DPR-RI Berdomisili di Kepri

KPU logoTanjungpinang, Radar Kepri-Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, dari 45 orang  Daftar Calon Sementara (DCS) untuk DPR-RI dari provinsi Kepri yang diutus 15 partai politik (porpol), hanya 17 orang calon wakil rakyat saja yang berdomisili di Kepri.

Sebanyak 18 orang calon wakil rakyat Kepri untuk DPR-RI itu, bahkan berasal dari pulau Jawa didominasi warga Jakarta. Yang tersebar di Jakarta Pusat, Timur, Selatan dan Utara, sisanya dari Bekasi, Tanggerang dan Lamongan.

Provinsi Kepri, untuk pemilu 2014 ini masih mendapat jatah 3 kursi di DPR-RI meskipun jumlah penduduknya sudah bertambah. Tiga nama yang saat ini masih duduk di DPR-RI ikut bertarung, yaitu Dra Hj Herlini Amran MA (PKS), DR H Harry Azhar Aziz MA (Golkar) dan Asman Abnur SE M Si (PAN).

Dra Hj Herlini Amran MA menempati nomor urut 1 yang berdomisili di Kota Bekasi, sedangkan politisi dari Partai Golka DR H Harry Azhar Aziz MA juga menempati nomor urut 1, berdomisili di Jakarta Selata. Hanya Asman Abnur, dari PAN yang tercatat berdomisili di Kepri, Batam.

Perebutan suara dalam pemilu legislatif 2014 di Provinsi Kepri kali ini, diprediksi akan berlangsung ketat dan “keras” mengingat munculnya nama-nama politisi tingkat nasional yang ikut bertarung. Di antaranya, Hj Aida Zulaikha Nasution, istri mantan Gubernur Kepri, Drs H Ismeth Abdullah ini maju dari Partai Demokrat dengan nomor urut 1. Kemudian, H Muhammad Sadar yang sudah dua periode duduk di kursi DPRD Provinsi Kepri. Politisi PKS ini maju di DPR-RI dengan nomor urut 2. Adapula nama mantan walikota Batam, Drs Nyat Kadir yang maju dari parta Nasdem dengan nomor urut 1.

Masyarakat Kepri diharapkan memilih wakilnya dengan cerdas dan cermat serta mengingat rekam jejak para wakil yang akan mereka pilih. Satu hal yang perlu di ingat, sebagian besar partai yang “mengusai” DPR-RI saat ini adalah partai yang mendukung kebijakan kenaikan BBM subsidi menjelang lebaran dan tahun ajaran sekolah. Ada pula partai yang ambivalen alias bermuka dua, menolak kenaikkan BBM namun enggan keluar dari koalisi pendukung pemerintah yang setuju BBM subsidi di naikkan.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Ming 04 Agu 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda