'
| | 734 kali dibaca

Gubkepri dan Daria Dialog Dengan Masyarakat penerima RTLH

Gubernur Kepri HM Sani dan Bupati Lingga H Daria tengah berdialog dengan warga penerima bantuan program Rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Senayang, Lingga, Selasa (26-02)

Gubernur Kepri HM Sani dan Bupati Lingga H Daria tengah berdialog dengan warga penerima bantuan program Rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Senayang, Lingga, Selasa (26-02)

Lingga, Radar Kepri-Gubernur Kepri HM Sani dan rombongan di sambut masyarakat  Kecamatan Senayang dan Pancur, Selasa (26/2) tak hanya disambut hangat oleh Pemkab Lingga dan warga setempat, tapi juga ’ditodong’ dengan sejumlah permintaan. Mulai dari listrik, pengolahan air bersih, kesehatan hingga transportasi.

Bahkan, untuk makan dan minum pelajar SMK Senayang pun diminta ke gubernur oleh Bupati Lingga H Daria. Gedung SMK Senayang itu dibangun oleh Pemprov Kepri. Masalahnya, bahwa dari pelajar yang belajar di SMK adalah siswa tak mampu.”Kalau bisa Pak Gubernur memikirkan bagaimana bisa membantu makanan dan minuman bagi siswa kita yang menginap di mess,” kata Bupati Lingga H Daria.

Daria juga minta kepada gubernur, untuk mewujudkan harapan masyarakat Lingga untuk menikmati aliran listrik selama 24 jam sehari. Saat ini, ujar Daria, listrik di Lingga baru menyala di pukul 17.00 hingga ke pukul 07.00.“Pak Gubernur harapan masyarakat di sini (Senayang) minta listrik hidup 24 jam. Biar ekonomi masyarakat berkembang, saya sudah sampaikan ke PLN tapi belum ada realisasinya,” tegasnya.

Karena perjalanan Gubkepri ke Senayang memang untuk mencari masukan dan aspirasi dari masyarakat Lingga sebelum dilaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kepri, semua permintaan itu langsung dijawabnya. HM Sani memastikan, semua keluhan dan permintaan itu akan ditanggapi.

Seperti permintaan pengelolaan air asin menjadi tawar, HM Sani, mengatakan akan dilobi ke Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta.“Persoalan listrik, pelayanan kesehatan, pendidikan dan air bersih akan menjadi perhatian pembangunan Kepri 2014 mendatang,” kata Gubkepri HM Sani di lapangan sepak bola Yusup Kahar, Senayang.

Jawaban itu disampaikannya untuk menjawab pertanyaan Bupati Daria dan pertanyaan dari sejumlah warga yang hadir dalam dialog itu.Seperti yang disampaikan salah satu warga yang mengeluhkan susahnya untuk mendapatkan air bersih. Air yang dikonsumsi masyarakat masih menggunakan air hujan yang ditampung.“Tidak ada mata air. Jadinya kalau kemarau kami sangat kesulitan air bersih air bersih,” ungkapnya kepada Gubkepri.

Warga itu mengusulkan ke gubernur dan ke bupati, agar di Senayang ada instalasi yang bisa mengolah air asin jadi air tawar seperti yang ada di Bintan. Air laut kita berlimpah, Pak. Saya harapkan Pak Gubernur bisa mencarikan solusinya. Supaya musim kemarau tidak kesulitan air bersih,” harapnya.

Selain soal air bersih, warga tersebut juga mengungkapkan sulitnya mereka di pulau untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Saat akan berobat ke Puskesmas, terkadang dokternya tidak ada dan obat-obatannya juga minim.“Yang paling penting Pak Gubernur carikan jalan lah untuk trans por tasi khusus untuk orang sakit dari pulau ke Puskesmas,” ucapnya.(muslim tambunan)

Ditulis Oleh Pada Jum 01 Mar 2013. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek