| | 190 kali dibaca

Gubernur: Harus Ada Ikon Pariwisata

Karimun, Radar Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun mendukung tiap daerah punya ikon wisata masing-masing. Apalagi ikon itu menjadi agenda tahunan dan rutis. Biasanya para wisatawan akan mencatat agenda-agenda itu.

“Festival Barongsai, lampu lampion serta reog sangat bagus jika dijadikan ikon dan iben rutin untuk Karimun,” kata Nurdin saat membuka Festival Barongsai, di Panggung Rakyat Putri Kemuning Coastal Area Karimun, Sabtu (25/3) malam.

Iven-iven itu akan menjadikan wisata suatu daerah kian beragam dan maju. Ikon dan iven itu pun, kata Nurdin, makin melengkapi daerah-daerah yang sudah punya.

Natuna, misalnya mengandalkan Gerbang Utaranya. Bintan dengan beragam iven triatlon dan lainnya. Lingga mengandalkan pertanian dan keindahan alamnya serta wisata sejarah.

Nurdin menegaskan semua stake holder untuk mendukung dunia kepariwisataan di Kepri. Sarana dan prasarana harus diperhatikan.

“Karena prasarana tersebut sangat menunjang sekali. Dari mulai saran jalan, ketersediaan listrik, sarana pendukung baik pelabuhan, bandara dan sarana lainnya,” pinta Nurdin.

Nurdin selanjutnya memukul gong di dampingi Aunur Rafik dan panitia lainnya sekaligus menandai dibukanya secara resmi Festival Barongsai dan Lampu Lampion.

Dalam kesempatan ini, sebelas peserta barongsai tampil menunjukan kobelehannya guna menjadi yang terbaik. Para peserta tidak saja berasal dari kabupaten/kota di Kepri. Namun turut serta peserta datang juga dari luar negeri seperti Singapura dan Malaysia. Mereka masing-masing yakni Hua Sen dari Karimun, Cu Yin Kong dari Batam, Guang Ming dari Tanjung Uban dan juga dari Persaudaraan Barongsai Batam.

Selanjutnya ada Cu Yin Kong asal Singapura, Hong San Se dari Sumatera Utara, Kuangnan Nusa Darma dari Tanjung Batu dan juga Himpunan Bersatu Teguh asal Pekanbaru. Berikutnya Tahi Hing Nam Wah asal Johor Malaysia, Bintan Dragon & Lion Atletic dari Tanjung Pinang dan terakhir Himpunan Cinta Teman Pekambaru.

Mereka tampil selama kurang lebih 10 menit dihadapan tiga dewan juri yang mana mereka berasal dari Fedarasi Olahraga Barongsai Indonesia ( Fobi). Penilaian didasarlan pada gerak, keserasian, rintangan, dan juga kekompakan.

Bupati Karimun Aunur Rafik memastikan kalau iven ini akan menjadi iven resmi tahunan bagi Kabupaten Karimun. Karena itu dukungan dari Pemerintah Kepri sangat mereka harapkan. Karena itu semua dalam upaya meningkatkan kunjungan wiisata Indonesia.

Tampil sebagai juara 1 adalah Bintan Dragon & Champion Atletic dan berhak atas hadiah uang Rp 20 juta dan tropi, disusul juara 2 Cu Yin Kong dan berhak atas hadiah uang sebesar Rp 15 juta dan tropi, serta juara 3 dari Himpunan Cinta Teman dan berhak atas hadiah uang sebesar Rp 10 juta plus tropi.(Redaksi)

Ditulis Oleh Pada Sab 25 Mar 2017. Kategory Karimun, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda