' '
| | 769 kali dibaca

Gara-Gara Tambang Ilegal, Air Waduk Sei Pulai Kering

Waduk Sei Pulai=

Wasuk Sei Pulai di kilometer 13 arah Kijang yang terancam kering akibat penambangan bauksit. (foto by aliasar,radarkepri.com,)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Tiga penambang bauksit illegal berkedok cut and fill beroperasi hanya sekitar 500 meter dari waduk Sei Pulai, Kilometer 13 arahh Kijang. Akibatnya, sumber air bersih ratusan ribu warga Tanjungpinang yang dikelola PDAM Tirta Kepri terancam kering.

Hal ini terlihat ketika Radar Kepri melakukan investigasi ke lokasi di sekitar waduk tersebut Sabtu (14/09). Terliha debit air dalam waduk tersebut sudah hampir 60 persen turun dari permukaan normal. Padahal saat ini musim hujan, mungkin kalau musim panas didalam waduk itu bisa main bola kaki, mongering.

Selain perkebunan kelapa sawit yang berkontribusi besar terhadap kelangsungan sumber utama air bersih warga Tanjungpinang ini. Perambahan hutan dengan dalih pematangan lahan berujung penambangan bauksit. Disinyalir menjadi biang semakin menurunnya volume air/

Selain waduk SeI Pulai mengering, sepanjang Jalan Nusantara dan Jalan Adi Sucipto banyak yang pecah dan berlubang akibat di lintasi dumtruck. Jika musim hujan mengakibatkan becek, bila musim banas menimbulkan debu. Sehingga pengguna jalan lainya terganggu.

Walikota Tanjungopinang, H Lis Darmansyah SH sudah saatnya memikirkan masyarakat kota Tanjungpinang. Bukan setelah menjabat, berdiam diri di kursi empuknya.”Sementara gaji yang mereka terima dari masyarakat, tapi tidak memikirkan masyarakat.”Ucap sumber media ini yang enggan menyebutkan namanya.

Sumber yang sama menambahkan.”Kita telah memilih putra daerah untuk mejadi Walikota untuk melidungi daerah. Bukan sebaliknya “membina” perusak lingkungan di daerah.”tambah sumber.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Ming 15 Sep 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda