' '
| | 798 kali dibaca

Dua Anak Putus Sekolah Luput Dari Perhatian Dinsos Hingga Jual Koran

Inilah dia anak putus sekolah yang luput dari perhatian Dinsos hingga harus berjualan koran.

Inilah dia anak putus sekolah yang luput dari perhatian Dinsos hingga harus berjualan koran, Kamis (27/11).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Kamis (27/11) sekitar pukul 10 30 Wib, awak media ini menghampiri salah satu tempat kedai kopi di Jalan R Ali Haji kilometer 4 Pamedan. Terlihat 2 orang bocah lelaki berusia sekitar 11 tahun terlihat menjual salah satu media harian terbitan Batam.
Kemudian awak media ini lansung menghampiri ke 2 bocah tersebut dan bertanya, siapa namanya, apa masih sekolah, kedua bocah itu tidak mau menyebutkan nama dan tempat tingal, dan nama kedai orang tuanya.
Dua tunas bangsa menjawab dengan polos.”Kami tidak sekolah lagi om, karena kami tak punya uang, ya kami cari uang-lah dengan jual koran.”katanya sambil berlalu tanpa menguraikan berapa hasil yang ia dapat menjual koran tersebut.
Belum diperoleh awak media ini alas an dinas terkait lolos mengawasi sebab tunas bangsa ini harus berjemur dibawah terik mata hari jika siang, berembun di malam hari untuk mencari sesuap nasi, yang seharusnya duduk dibangku sekolah, belajar dan bermain seperti anak lainya.
Paadahal pemerintah menganjurkan, anak Indonesia Wajib Belajar (Wajar) sembilan tahun. Namun anjuran pemerintah itu terkesan hanya sebagai formalitas saja, buktinya masih banyak anak-anak yang putus sekolah.
Pemerintah, khusus Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang melalui Dinsos diminta untuk lebih memperhatikan dan mendata serta membina anak jalanan, anak terlantar, terutama anak-anak yang putus sekolah. (aliasar)

Ditulis Oleh Pada Kam 27 Nov 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

1 Comment for “Dua Anak Putus Sekolah Luput Dari Perhatian Dinsos Hingga Jual Koran”

  1. Mana mau dinas sosial repot2 sperti itu, sbb itu nambah kerjaan ajee, baguslah mreka ngurus proyek2 yg anggrannya milyar2.

Komentar Anda