| | 1.656 kali dibaca

Dirugikan, Ketua LSM Gugat PT Telkomsel Cabang Batam

Aldi Braga, ketua LSM Garda Indonesia.

Aldi Braga, ketua LSM Garda Indonesia.

Batam, Radar Kepri-Aldi Braga, ketua LSM Garda Indonesia, menggugat PT Telkomsel  Batam. Gugatan pra diajuakan Kepengadilan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Alasanya sebagai Konsumen  dari Perusahaan  PT Telekomsel  Batam dia merasa sangat dirugikan.

Dikatakan Aldi.”Mereka ( PT Telkomsel) menjual produknya kepada kita, akan tetapi  tidak bisa dipergunakan. Kemarin saya membeli paket 300 SMS  akan tetapi tidak bisa dipergunakan, setelah saya komplain , meraka tidak bisa memberikan keterangan yang  saya mengerti. Sehingga saya mengajukan Permohonan  praperadilan  ke kantor BPSK Batam.”ucapnya.,

Sebagai Konsumen  yang dirugikan  produsen.”Tentu saya ingin mendapatkan keadilan  sebagai mana yang telah diatur oleh undang-undang Perlindungan konsumen No 8 tahun 1999. Dan saya berharap kepada  hakim BPSK bisa  bertindak yang bijak dan profesional  dalam memutuskan persidangan  dan tidak mengabaikan hak-hak konsumen yang dirugikan.”harapnya.

Pihaknya yakin  pasti ada lagi konsumen yang lain  yang marasa dirugikan pihak PT Telkomsel sebagaimana yang di alaminya akan tetapi  tidak tahu kemana harus menututnya.

Aldi Braga mengatakan bahwa gugatan  terhadap  PT Telekomsel Batam, melalui  Pengadilan BPSK sudah berlansung  dua kali, dua kali persidangan  tersebut  berlansung alot , PT. Telekomsel  Batam memakai Pengacara dari  Jakarta, hakim BPSK  Batam  menanyakan  Kepada Pihak tergugat  dengan pertanyaan  terkait gugatan yang di ajukan.”Jawaban dari Pengacara  PT Telakomsel  tersebut  banyak yang tidak sesuai dengan fakta  yang terjadi dilapangan alias  tidak subtansi terhadap penjualan produk PT telekomsel  yang notabene cendrung merugikan komsumen.”ungkapnya.

Apalagi pihak Telkomsel dalam persidangan tersebut lebih banyak menyalahkan  konsumen, bukan mengoreksi kesalahan  PT Telekomsel  sebagai produsen.”Mereka menyebutkan berbagai peraturan  yang telah dibuat Telekomsel yang tidak boleh dilanggar oleh komsumen nya, namun ketika majelis hakim menanyakan  tentang aturan yang dibuatnya, apakah aturan tersebut  ada disosialisakan kepada konsumen, meraka dengan gugp menjawab ada, namun salah seorang hakin, yang juga konsumen dari  dari produk Telekomsel  mengatakan  bahwa selama beliau membeli produk Telkomsel tidak  mendapatkan Pemberitahuan  aturan, atau ketentuan-ketentuan yang tidak boleh dilanggar, sebagaimana  disebut  pihak Telkomsel itu, sehingga pengacara PT. Telkomsel tidak bisa lagi berkutip.” Paparnya.

Aldi Braga berharap pada majlis hakim BPSK kota Batam agar memutuskan tuntutan mengacu kepada undang-undang Perlindungan  konsumen No 8 . tahun 1999. Saksi  aministratif yang tercantun  dalam Pasal 60. BPSK berwenang menjatuhkan sanksi aministratif  terhadap Pelaku usaha.”Yang melanggar Pasal 19  ayat 2.dan ayat 3.Pasal  20.Pasal 25.Pasal 26. Dengan sanksi  aministratif berupa  Ganti rugi  Rp 200 juta.sanksi  Pidana tercantun dalam Pasal  61. Tuntutan Pidana  dapat dilakukan terhadap pelaku usaha dan atau Pengurusnya.  Dan Pasal 62. Pasal 18. Dipidana  dengan  Pidana Penjara Paling lama 5 tahun Penjara. Atau Pidana denda  Paling banyak 2 miliar.”tutupnya. (taherman)

Ditulis Oleh Pada Kam 14 Apr 2016. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda