' '
| | 991 kali dibaca

Dana Transportasi Tidak Diganti, Peserta Pelatihan Mandor Pengerasan Jalan Protes

Peserta pelatihan saat bertemu dengan panitia

Peserta pelatihan saat bertemu dengan panitia mempetanyakan dana transportasi yang tak diberikan.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Beberapa peserta pelatihan mandor pengerasan jalan protes karena dana transportasi mereka tidak diganti. Pelatihan yang diadakan selama enam hari, dari tanggal 20 Oktober sampai 25 Oktober di Hotel Aston Tanjungpinang. Pelatihan diadakan Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah I Banda Aceh. Sedangkan pesertnya berjumlah sekitar 70 orang dari beberapa perwakilan perusahaan kontruksi yang ada di Tanjungpinang.

Makmur, salah seorang peserta pelatihan bersama beberapa temannya kecewa dan protes kepada panitia. Makmur mempertanyakan mengapa dana transportasi mereka tidak di ganti, padahal saat mengikuti pelatihan lain sebelumny,a mereka selalu mendapat honor atau pengganti uang transportasi.

Kepada panitia kegiatan, Makmur mengatakan memang mereka tidak diberitahu kalau kegiatan tersebut ada anggarannya atau tidak untuk peserta. Tapi dari kegiatan pelatihan sejenis yang sering ia ikuti, Makmur mengatakan selalu mendapat dana transportasi atau sejenisnya dari panitia.

Dani, salah seorang panitia pelatihan yang juga staf Balai Pelatihan Konstruksi Wilayah I Banda Aceh mengatakan, pihaknya memang tidak menganggarkan dana untuk peserta pelatihan. Dani beralasan hal tersebu sudah diberitahu pada perusahaan kontruksi yang merekrut orang-orang untuk mengikuti pelatihan tersebut. Apakah hal tersebut sudah diberitahu kepada peserta, Dani sendiri tidak tahu.

Makmur, peserta pelatihan

Makmur, salah seorang peserta pelatihan

Saat bertemu dengan Dani di lobby Hotel Aston, Makmur dan teman-temannya meminta bukti kepada panitia kalau memang pelatihan tersebut tidak memiliki anggaran untuk para peserta.”Kalau memang tidak ada anggarannya untuk peserta, bapak harus bisa membuktikan dan meyakinkan kami. Contohnya seperti proposal acara.”ujar Makmur.

Dani sendiri menolak memberikan data yang dimaksud, dengan alasan karena semua itu ada di kantor pusat mereka di Banda Aceh.”Kami tidak bisa memenuhi keinginan bapak, karena yang berwenang bukan saya. Saya disini hanya staf yang kebetulan menjadi panitia acara. Kalaupun inisiatif dari kami mau memberikan uang transport, dananya dari mana, kami sendiri tidak memiliki.”ujarnya.

Karena tidak ada titik temu, akhinya Makmur dan kawan-kawan pergi sambil memendam kekecewaan yang mendalam.(wok)

Ditulis Oleh Pada Sab 25 Okt 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda