''
| | 982 kali dibaca

Dana PJL di Taman se-Kota Tanjungpinang Rp 850 Juta Raib

Lampu taman di Tepi Laut yang mati menjadi ajang mesum jika hari.

Lampu taman di Tepi Laut yang mati menjadi ajang mesum jika hari.

Menguak Dugaan Korupsi di Dinas Kebersihan Tpi (8)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Untuk mempelancar suplai aliran listrik keTaman yang ada di Pemko Tanjungpinang. Tahun 2012 lalu Pemko Tanjungpinang mempostingkan dana melalui Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman sebesar Rp 850 juta. Dengan nama mata anggaran Pemeliharaan Jaringan Listrik (PJL) yang dibagi untuk 4 Kecamatan.Yaitu, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kecamatan Tanjungpinang Barat dan Kecamatan Bukit Bestari beserta Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Namun sampai hari ini, pantauan media ini dilapangan, Sabtu (16/03) banyak lampu taman tersebut  mati dan tingga kerangka saja. Hampir  65 parsen  lampu taman itu mati dan menjadi ajang para muda-mudi memadu kasih alias pacaran. Mungkin saja menjadi “surga” ajang mesum ?..

Padahal untuk belanja PJL ini di Kecamatan Tanjungpinang Kota se-tahun menyedot uang rakyat Rp150 juta, sebulan dianggarkan Rp12,5 juta. Jika sebulan itu 30 hari maka setiap harinya Rp 466 ribu sehari agar lampu taman itu tetap menyala.

Kemudian belanja pemeliharaan jaringan dan Lampu, Jalan Kecamatan Tanjungpinag Barat untuk 1 tahun bernilai Rp175 juta, dengan estimasi (perkiraan)  perbulanya Rp 14,58 juta. Maka satu hari menghabiskan Rp 483 ribu lebih digelontorkan untuk pemeliharan jaringan listrik di Taman yang ada di Tanjungpinang.

Untuk Belanja Pemeliharaan jaringan dan Lampu jalan Kecamatan Bukit Bestari,dalam 1 tahun Rp 200 juta diperkirakan perbulanya Rp 16 juta. Seharinya menghabiskan Rp 533 ribu lebih.

Kemudian belanja Pemeliharaan Jaringan dan Lampu jalan Kecamatan Tanjungpinang Timur, 1tahun Rp150 juta, atau perbulanya diperkirakan Rp12,5 juta.

Anehnya, ada biaya Penyambungan Lampu PJU Tahun 2007 yang dibayarkan tahun 2012 sebesar Rp 100 juta.

Kemudian anggran Belanja Pemeliharaan Lampu taman Taman se Kota Tanjungpinag dalam satu Tahun mencapai Rp75 juta, artinya perbulanya Rp 6,25 juta.

Dana sebesar Rp 850 juta itu, diduga tidak sepenuhnya di pergunakan untuk kepentingan taman bagi rakyat kota tanjungpinang. Terindakasi sebagian besar kegiatan itu fiktif dan uangnya masuk ke kantong oknum pejabat di Dinas yang dipimpin Hj Matyati S Sos tersebut. Buktinya, saat ini saja ratusan lampu taman yang ada di 4 kecamatan banyak yang tidak menyala bahkan ada yang tidak dialiri listrik lagi. Kemana raibnya ratusan juta uang rakyat Kota Gurindam ini untuk menerangi taman-taman yang dibangun dengan dana miliaran rupiah itu?. Pertanyaan ini muncul melihat fakta dilapangan, taman kota berubah menjadi hutan tak bertuan dan menjadi ajang mesum para muda-mudi.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Ming 17 Mar 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek