| | 990 kali dibaca

Dahlan Sebut Masalah Buruh PT SCI Tidak Ada Solusinya

Perwakilan Buruh PT.SCI sedang lakukan Rapat dengar Pendapat dengan ketua DPRD Batam bersama Jajaran angotanya.=

Perwakilan buruh PT.SCI sedang lakukan rapat dengar pendapat dengan ketua DPRD Batam bersama jajaran angotanya, Kamis 01 Agustus 2013. (foto by taherman, radarkepri.com)

Batam, Radar Kepri-Sebanyak 737 orang karyawan PT SCI Batam kembali menduduki kantor DPRD kota Batam mengadukan nasibnya pada wakil rakya yang ditinggal kabur oleh bos perusahaan asal matahari terbit, Jepang.

Para buruh telah menduduki gedung DPRD Batam beberapa hari yang  lalu secara berturut-turut. Namun solusi yang di harapkan dari wakil rakyat Batam. Sebagai mana yang telah dijanjikan oleh komisi IV DPRD Batam dalam dua atau tiga hari lalu. Tentang ada kabar terkait  gaji buruh yang belum dibayar oleh bos karyawan yang kabur itu. Namun setelah menunggu tanpa kejelasan  akhirnya hari ini, Kamis (01/08) buruh kembali menduduki kantor DPRD Batam.

Lama menunggu wakil rakyat yang terkesan enggan menperhatikan nasib para buruh yang sudah sekarat itu. Akhirnya ketua DPRD kota Batam Surya Sardi dan wakilnya Ruslan Kasbulatov serta Yudi Kurnain, Ketua komisi II DPRD kota Batam mengajak buruh bertemu di ruangan rapat serbaguna DPRD Batam, untuk mendengarkan aspirasi para buruh tersebut.

Dalam rapat tersebut, perwakilan buruh yang diwakili oleh Panglima Garda Metal Buruh Indonesia, Suprato menyampaikan keluh-kesah buruh kepada Ketua DPRD Batam Surya sardi dan wakilnya, Ruslan Kasbulatov.”Perusahaan PT.SCI telah kabur dan tidak memberikan hak-hak karyawannya sesuai dengan yang telah diatur perundang-undangan perburuhan yang berlaku di negara ini.”ujarnya.

Buruh ke kantor dewan perwakilan rakyat ini bukan demo.”Tapi mengadukan nasib kami kepada wakil kami yang beberapa tahun lalu kami pilih untuk mewakili kami disini. Untuk menampung aspirasi kami kepada pemerintahan, tapi apa yang kami dapatkan setelah beberapa hari. Kami mengadukan nasib kami disini, seolah kami tidak beguna, terkesan di cuekin oleh wakil kami, jadi kami mau mengadu kemana lagi.”jelasnya.

Sementara.”Anehnya kalau kami terlambat bayar pajak, bapak-bapak mungkin menanyakan sudah bayar pajak apa belum. Namun disaat kami dalam keadaan seperti ini, kami terkesan di cuekan. Jadi kemana lagi kami harus mengadukan nasib  kami, setelah mengadu pada pemerintah kota Batam tidak di gubris.”sebut suprato.

Hal ini ditanggapi oleh ketua DPRD kota Batam Surya Sardi.”Kami juga tidak bisa berbuat banyak tentang hal ini. Kami ini hanya sebagai regulator, hanya bisa menampung asprirasi bapak-bapak. Tapi yang mengambil kebijakan pemerintahan.”katanya.

Dilanjutkan politisi Partai Demokrat ini,”Sebenar terkait tenaga kerja ini, sudah ada yang membidangi hal ini, Komisi IV DPRD kota Batam, Saya dengar terkait hal ini sudah ditangani komisi IV DPRD kota Batam. Namun sejauhm ini hasil dari penangannya belum naik ke pimpinan, masih menunggu hasil kenerja dari Komisi IV tersebut.”Ujarnya.

Surya Sardi sangat menyayangkan dalam rapat tersebut, seharusnya komisi IV garda terdepan dalam rapat tersebut  tidak ada nampak batang hidungnya.”Kami sekarang-kan menunggu hasil dari pada kinerja dari komisi IV tersebut. Kalau kami ambil alih lagi hal ini, tentu proses kasus ini mulai lagi dari nol kembali,”kata Surya Sardi di hadapan buruh.

Surya Sardi memanggil pegawai staf, menanyakan kemana anggota komisi anggota komisi IV DRPD. Setelaha lama menunggu muncul Riki Solihin, Ketua Komisi IV DPRD kota Batam dari sekian banyak anggota IV DPRD Batam. Hanya Riki Solihin yang menampakan batang hidungnya. Llu Surya Sardi meminta Riki Solihin menjelaskan tentang kinerja komisi IV terkait penanganan kasus buruh tersebut.

Riki solihin mengatakan dengan lugas.”Saya sudah menyampaikan masalah ini pada dua instansi pemerintahan di kota Batam. Saya sudah ke-BP kawasan Batam dan Pemko Batam, supaya persoalan ini bisa diselesaikan. Namun belum ada titik temunya, bahkan saya sudah melobi Walikota Batam, Drs AhmadDahlan dan wakilm walikota Batam Rudi SE. Namun mereka terkesan pasrah alias tidak bisa memberikan solusi dalam masalah ini, bahkan Wako-dan Wawako Batam Dahlan dan Rudi mempersilahkan para buruh ini demo ke kantor walikota Batam.”kata Riki Solihin didepan ketua DPRD Batam Surya Sardi dan wakilnya Ruslan Kasbulatov.

Akhirnya dewan yang hadir sepakat untuk mencari solusi dengan membuat surat pada pemerintah kota Batam, wailikota Batam, Ahmad Dahlan dan Wakil walikota Rudi.”Mengingat bahwa para buruh tersebut akan menenpuh hari raya leberan AidilFitri, maka dari itu kasus tersebut akan segera diselesaikan.”demikian hasil Rapat tersebut.

Hal ini tentu sangat membuat miris para buruh terhadap peminpin Batam tersebut, terkait apa yang disampaikan oleh Ketua komisi IV DPRD kota Batam Riki Solihin. Yang mengatakan, Pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa atas kasus yang menimpa buruh tersebut. Karena bukan dianggap bencana alam, jadi tidak bisa dibantu. Pernyataan Walikota Batam ini dianggap tidak pantas oleh para buruh.”Ini sangat menyakitkan.”katakan seorang buruh.”Masa seorang pemimpin bicara seperti itu. Seharus seorang pemimpin tersebut melihat dan memperhatikan nasib rakyatnya, bukan buang badan seperti itu. Alias tidak memikirkan nasib kami buruh ini.”keluh seroang tenaga kerja perempuan kepada awak media ini usai rapat dengan DPRD Batam.

Dalam rapat Wakil Ketua DPRD Ruslan Kasbulatov dan anggota DPRD lainya, Yudi Kurnain, Edwars Barando, politisi Partai PAN, minta Surya  Sardi menelepon Walikota Batam. Dan diminta hadir dalam rapat tersebut supaya bisa di dengar langsung oleh buruh.”Mengapa walikota Batam bicara tidak bisa kasus ini dicarikan solusinya. Hal ini adalah termasuk salah satu bencana sosial, yang darurat.”sebut anggota Wakil ketua DPRD tersebut.(teherman)

Ditulis Oleh Pada Jum 02 Agu 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda