' '
| | 5.677 kali dibaca

Cinta Segitiga Berujung Maut di Jl Tambak

Tim identifikasi Polresta Tanjungpinang sedang olah TKP di jenazah Akeng yang tewas dibantai Haiti, Minggu 11 Agustus 2013. (foto by aliasar, radarkepri.com)

Tim identifikasi Polresta Tanjungpinang sedang olah TKP di jenazah Akeng yang tewas dibantai Haiti, Minggu 11 Agustus 2013. (foto by aliasar, radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Neni alias Nurbaiti (33) warga Jalan Bakar Batu, Kelurahan Kemboja Kecamatan Tanjungpinang Barat Kota Tanjungpinang. Korban aksi telengas Haiti yang merupakan kekasih lamanya. Masih terbaring di UGD RSAL untuk mendapatkan perawatan medis.

Neni yang tinggal di sebuah Sentosa di samping bekas diskotik Stella harus menjalani perawatan di rumah sakit angakatan laut karena di bacok dengan sebilah  pisau oleh kekasihnya, Haiti, warga jalan Pelantar Hitam, Potong Lembu, Kelurahan Kemboja Minggu (11/08)

Sedangkan Akeng, kekasih baru Neni yang tinggal di jalan Tambak RT IV/RW 03 tewas di tempat di bacok oleh Haiti, kekasih lamanya. Di sekujur tubuh Akeng terlihat bersimbah darah. Akeng hanya menggenakan baju warna hitam dan celana dalam berwarna abu-abu. Aking tewas tepat di depan toko  Trendy, Jl Tambak, polisi dan warga yang melihat jasad Akeng kemudian menutupi dengan kertas Koran.

Haiti salah satu pelaku pembacokan terhadap kekasihnya Neni dan Aking, kini sedang di RSUD Kota Tanjungpinang menjalani perawatan medis. Luka Haiti cukup parah dan kristis, para medis terlihat sibuk membersihkan tubuh tersangka Haiti.

Neni yang sednag dirawat di RSAL Midiyanto, Tanjungpinang, korban pembacokan Haiti, Minggu, 11 Januari 2013. (foto by chendy tan, radarkepri.com)

Neni yang sedang dirawat di RSAL Midiyanto, Tanjungpinang, korban pembacokan Haiti, Minggu, 11 Januari 2013. (foto by chendy tan, radarkepri.com)

Pantauan dari media ini terlihat  warga jalan tambak berdatangan ke lokasi  Tempat Terjadi Perkara (TKP) untuk melihat tubuh Akeng yang di bacok oleh Haiti, kekasih Neni. Beberapa petugas kepolisian mencoba untuk menghalangi warga untuk tidak mendekati mayat Akeng guna kepentingan penyelidikan. Terlihat juga beberapa anggota buru sergap (buser) yang dipimpin oleh Ajun Komisaris Polisi AKP Memo Ardian mencegah masyarakat agar tidak mendekati lokasi tersebut.

Informasi yang di terima oleh media ini sudah hampir dua minggu Neni dan Haiti bertengkar di tempat jualannya di Akau Potong Lembu. Haiti sakit hati, diduga karena  Neni  pindah ke lain hati. Hal ini dibuktikan dengan berhentinya Neni bekerja di Lou Me (sate mie).

Puncaknya terjadi malam ini, Minggu (11/08) sekitar pukul 22 00 Wib, tersangka Haiti mendatangi kediaman Akeng untuk mencari Neni. Namun berjumpa di Jl Tambak tepat di depan toko Trendy. Haiti yang kalap mata langsung membacok Neni dan Akeng yang sedang berboncengan dengan motor BP 4076 TT hingga Akeng tewas ditempat. Sedangkan Neni yang juga dibacok melarikan diri dan berhasil diselamatkan warga dan dibawa ke RSAL. Nama Neni muncul pertama kali ketika media ini menjumpai Aling (7).”Mama Neni lagi sakit.”sebut Aling.(chendy)

Ditulis Oleh Pada Sen 12 Agu 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda