; charset=UTF-8" /> Bupati dan Wabub Lingga Gencarkan Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan - | ';
'
'
| | 72 kali dibaca

Bupati dan Wabub Lingga Gencarkan Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan

Lingga, Radar Kepri-Bupati Lingga, Muhammad Nizar bersama Wakil Bupati (Wabup) Lingga, Neko Wesha Pawelloy terus menggencar sektor pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Salah satunya program sawah, agar terciptanya lumbung pangan yang berkualitas. Diantaranya beberapa desa di pusat pemerintahan Kabupaten yakni desa Panggak Laut, Panggak Darat Nerekeh, dan Bukit Harapan

Bupati Lingga, Muhammad Nizar sebelumnya telah menekankan agar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Lingga bisa mengalihkan fungsi lahan sawah yang tidak tergarap untuk dialihkan fungsikan menjadi tanaman sagu. “Saya tetap pada pondasi awal, yakni sawah, sagu, maupun kelapa. khusus Panggak Laut dan Nerekeh itu coba dikoordinasikan, bisa tidak dialih fungsikan. Karena program awal itu untuk padi ini terbengkalai, jadi kita coba untuk pemanfaatan sagu,” pinta Nizar.

Berkenaan dengan Sagu ini, Nizar berharap daerah dapat menghasilkan produk turunan yang punya nilai ekonomis. Seperti contohnya inovasi Sabun Sagu di Desa Duara, pada pemerintahan Bupati Alias Wello dan dirinya sebagai wakil bupati.

“Bagaimana caranya ini harus dilakukan, saya minta dipantau dari tenaga ahli yang hadir, bagaimana kita bisa menciptakan produk-produk dari bahan sagu yang ada disini,” ujarnya. Kemudian, Nizar juga meminta pada DPKP Lingga agar program-program yang digalakkan oleh bupati terdahulu terus dijalankan. Salah satunya program sawah, agar dapat diinventarisir atau diisi dengan jenis padi yang berkualitas.

Terkhusus untuk sawah yang telah mengalami masa panen, seperti sawah Desa Panggak Darat, Bukit Langkap, Sungai Besar, Resang, Lanjut, dan Kerandin. Dan dimasa Covid melonjak/mendunia. Lingga Fokuskan Penanganan Covid-19 dan Jaga Stabilitas Ekonomi di Sektor Pertanian

Bupati Lingga, Muhammad Nizar menyampaikan, bahwa masyarakat harus disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan agar Lingga Bunda Tanah Melayu terbebas dari Covid-19. Nizar lalu menerangkan, bahwa Lingga tetap konsisten di bidang pertanian dengan mengembangkan sektor unggulan, seperti panen padi di Desa Panggak Darat dan di beberapa wilayah Lingga lainnya.

“Kami terus mengembangkan program unggulan ini, dikarenakan masyarakat menunggu hasil kerja dari Pemkab Lingga untuk menjaga stabilitas ekonomi di Kabupaten Lingga,” terang Nizar. Bupati Lingga ini juga menyampaikan, kegiatan-kegiatan akan terus berjalan dalam rangka pemulihan ekonomi di Kabupaten Lingga. “Kita tidak diam, melainkan kita terus bekerja dengan program-program yang sudah ada mesti di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini. Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) sangat mengharapkan Kabupaten Lingga menjadi lumbung pangan organik dan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

“Kita harus optimis Kabupaten Lingga akan menjadi lumbung pangan organik. Lingga tidak boleh lagi mengambil bahan pangan dari daerah lain. Paling tidak Kepri harus dapat penuhi kebutuhannya sendiri. Lebih jauh, kita bisa ekspor ke Malaysia dan Singapura,” tegasnya.

Solusi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat adalah melalui produksi, khusunya pangan.

Mentan berharap dengan peningkatan produksi, tidak perlu lagi impor bahan pangan. Mentan pun sangat mengapresiasi kinerja pemerintah Kepri khususnya Kabupaten Lingga dalam usahanya memajukan produksi pangan. Sementara, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Lingga, Gandime Diyanto menuturkan, guna mendukung program unggulan Bupati dan Wabup Lingga di sektor pertanian DPKP telah membuat arah kerja ke depan. Diantaranya, Bantuan Poktan, mengaktfikan Puskeswan, Insentif Sektor Pertanian, hingga Sumur Bor. “Semua itu untuk mendukung program kerja Bupati dan Wabup,” ungkapnya.

Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B)

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lingga, Gandime Diyanto, mengatakan, kehadiran Perda LP2B nantinya punya banyak manfaat, terutama untuk mendapatkan insentif dari pemerintah, baik pemerintah pusat maupun provinsi dengan berbagai jenis.

“Diantaranya pembiayaan penelitian dan pengembangan benih dan varietas unggul. Kemudian kemudahan dalam mengakses informasi dan teknologi,” kata dia. Gandime melanjutkan, yang lainnya juga didapat jika Perda LP2B tersebut sudah ada yakni penyediaan sarana dan prasarana produksi pertanian, jaminan penerbitan sertifikat hak atas tanah pada lahan pertanian pangan berkelanjutan, dan/atau penghargaan bagi petani berprestasi tinggi.

“Pembuatan Perda tentang LP2B tahun 2022 dilakukan seluas cetak sawah yaitu 943,95 hektare (Ha),” sebut mantan Camat Lingga Timur ini. Hal itu dimaksudkan untuk melaksanakan pembinaan, pengawasan dan pengendalian alih fungsi lahan pertanian pangan guna menjamin ketersediaan lahan pertanian pangan secara berkelanjutan melalui pemberian insentif kepada petani, pemilik dan pihak terkait, serta penerapan disintensif kepada pihak yang melakukan alih fungsi lahan pertanian pangan.

“Adapun irigasi primer yang sudah dibangun BWS Sumatera IV yaitu di Desa Bukit Langkap dan Desa Kerandin. Untuk tahun 2022 target pembangunan irigasi primer di Desa Panggak Darat,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pembangunan bidang pertanian merupakan salah satu prioritas utama yang dilaksankan di Kabupaten Lingga. Hal ini telah dilakukan melalui beberapa program, baik bersifat lokal kabupaten maupun melalui program-program yang berasal dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.Berdasarkan potensi yang ada, pembangunan pertanian di Kabupaten Lingga dititik beratkan pada sub sektor tanaman pangan (komoditas tanaman padi), tanaman hortikultura dan peternakan.

Prioritas pembangunan pertanian tersebut tidak terlepas dari potensi lahan pertanian yang dimiliki berdasarkan data luas cetak sawah dari pemerintah pusat seluas 943,5 ha yang terdiri dari :

Kecamatan Lingga

• Desa Panggak Darat : 135 ha
• Desa Panggak Laut : 153 ha
• Desa Nerekeh : 90 ha

Kecamatan Lingga Timur

• Desa Bukit Langkap : 45 ha
• Desa Kerandin : 91,3 ha
• Kecamatan Lingga Utara
• Desa Sungai Besar : 87,5 ha

Kecamatan Singkep Pesisir

• Desa Lanjut : 31,15 ha

Kecamatan Singkep Selatan

• Desa Resang : 241 ha
• Desa Marok Kecil : 70 ha.

Penulis ( Hendra/ADV)

Ditulis Oleh Pada Kam 31 Mar 2022. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek