' '
| | 998 kali dibaca

Asha Tuding Ah-Wa Suruh Buang Sampah Sembarangan

Sampah yang dibuang Asha atas perintah Ah Wa, foto diambil Jumat 26 April 2013.=

Sampah yang dibuang Asha atas perintah Ah Wa, foto diambil Jumat 26 April 2013.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Kamis pagi sekitar pukul 09 30 Wib terlihat seorang wanita separuh baya mengeluh. Sudah dua hari sampah yang ada di depan rumahnya, Jl Tambak, Tanjungpinang, tidak di angkut oleh truk sampah. Saking jengkelnya, wanita separuh baya itu nekad akan melaporkan kepada Walikota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah SH.

Tapi untunglah rencana nekad wanita separuh baya dapat dicegah Awang alias Alimin, ketua  Persatuan Pedagang Kuliner Akau Potong Lembu (P2KAPL). Menurut  Awang.”Kalau masalah sampah ini, tak usahlah di laporkan ke walikota. Kasihan, ntar semua bisa kena marah. Masalah ini dapat di selesaikan dengan baik-baik.”saran Awang.

Belum lagi persoalan sampah ini selesai, sekitar setengah jam kemudian terjadi keributan antar pedagang mie ekonomi dengan pemilik ruko. Mie ekonomi ini di kalangan warga Tanjungpinang di kenal dengan nama mie miskin. Asha, pedagang mie ekonomi terlihat melempar kantong plastik berisi sampah ke ruko tempat pabrik pengolahan kayu yang bersebelahan dengan kedai kopi Awang.

Awang keberaratan atas ulah Asha yang membuang  sampah di samping kedai karena akan menebarkan bau busuk. Awang  mendatangi Asha menanyakan.”Asha kenapa kamu membuang sampah di depan rumah orang.”Tanya Awang.

Asha berkilah.”Bukan saya membuang sampah di situ. Saya di suruh oleh pemilik rumah di sebelah kanan tempat saya berjualan, Ah-Wa.”elak Asha. Tidak puas dengan jawaban Asha itu, Awang kemudian menyuruh Asha memanggil pemilik rumah itu keluar dan menjumpainya. Namun Asha tidak berani memanggil Ah-wa tanpa alasan yang jelas. Akibatnya, sampai hari ini, sampah yang dibuang Asha itu masih menumpuk dan menebarkan bau busuk.

Padahal di lokasi tersebut ada tulisan berwarna diatas papan triplek bercat putih yang berisi “dilarang buang sampah di sini” yang dikeluarkan oleh Kelurahan Kemboja. Selain itu, didinding seng juga terdapat tulisan yang sama, namun larangan itu nampaknya tidak digubris. Buktinya hingga hari ini, Jumat (26/04) tumpukan sampah yang terbungkus plastik hitam besar dan beberapa kantong plastik kecil masih terlihat berserakan dan dikerubungi lalat.(chendy)

Ditulis Oleh Pada Jum 26 Apr 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek