' '
| | 1.170 kali dibaca

Ada Solar Subsidi Mengalir ke Tambang Bauksit Ilegal di Sei Nam

Tambang bauksit di Sei Nam, Tanjung Kuku, Bintan Timur, Kabupaten Bintan pada Minggu 22 September 2013===

Suzuki Cary bermuatan 4 jerigen solar di tambang bauksit di Sei Nam, Tanjung Kuku, Bintan Timur, Kabupaten Bintan pada Minggu 22 September 2013.

Kijang, Radar Kepri-Belasan dumptruk bermuatan biji bauksit bersileweran di lokasi tambang ilegal Sei Nam, Tanjung Kuku, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Minggu (22/09). Dumptruk berbahan bakar solar itu melaju dengan kecepatan tinggi dari lokasi pengerukan ke tromol pencucian biji bauksit. Dumptruk, loader (alat berat) dan mesin tromol diduga beroperasi dengan minyak solar subsidi.

Hal ini terlihat ketika Radar Kepri melakukan investigasi ke lokasi tambang Sei Nam tersebut, Minggu sore. Sebuah tanki berkapasitas 10 ribu liter terlihat di tiga titik tromol, tempat pencucian biji bauksit tersebut. Kemudian, sebuah mobil pick-up jenis Suzuki Carry berwarna hitam dengan nomor polisi (nopol) BP 8109 TG, terlihat sedang membawa 4 jerigen minyak solar. Mobil tersebut terlihat bergerak mengantarkan 4 jerigen solar dari lokasi jeti (pelabuhan muat biji bauskit,red).

Tambang bauksit di Sei Nam, Tanjung Kuku, Bintan Timur, Kabupaten Bintan pada Minggu 22 September 2013 ---

Tanki berkapasitas 10 ribu liter yang diduga berisi solar subsidi di lokasi tambang bauksit di Sei Nam, Tanjung Kuku, Bintan Timur, Kabupaten Bintan pada Minggu 22 September 2013.

Ketika media ini menanyakan siapa yang menambang dilokasi Sei Nam ini, seorang supir dumptruk mengatakan.”Saya tak tahu bang, tapi informasinya yang nambang pemilik rumah yang ada dibawah itu. Itu bang rumah berwarna kuning, ketika akan menuju lokasi ini.”sebut supir tersebut.

Dipelabuhan muat biji bauksit terlihat setidaknya 7 tongkang berkapasitas minimal 30 ribu ton sedang antri. Di lambung tongkang tertulis Gandasari 22, Gandasari 3007 dan Anugerah Perdana.

Disinyalir ribuan liter solar subsidi mengalir ke lokasi tambang ilegal di Sei Nam, Tanjung Kuku, Kecamatan Bintim, Kabupaten Bintan ini setiap hari. Diperkirakan ratusan juta rupiah negara dirugikan akibat penyelewengan solar subsidi yang dipakai untuk menambang (industri, red) ini. Polisi, khususnya Polres Bintan dan Polda Kepri diminta menindak tegas dugaan penyimpangan BBM jenis solar subisidi yang mengalir ke industri (pertambangan,red) di Sei Nam ini.(ary/red)

Ditulis Oleh Pada Ming 22 Sep 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda