' '
| | 741 kali dibaca

Satpol PP Buka Segel Gudang Ayam Impor Berbakteri Mematikan

Inilah gudang ayam impor ilegal yang telah dilepas segelnya oleh Satpol PP Pemko Tanjungpinang tanpa melanjutkan ke proses hukum.

Inilah gudang ayam impor ilegal yang telah dilepas segelnya oleh Satpol PP Pemko Tanjungpinang tanpa melanjutkan ke proses hukum.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Tanpa proses hukum lebih lanjut, gudang dengan rolling door warna biru, diduga tempat penyimpanan ayam potong impor “busuk” milik Beyam di Batu 9 blok P Nomor 10, Komplek Bintan Center kota Tanjungpinang, telah dilepas segelnya, Selasa (17/03). Praktis segel ala Satpol PP ini hanya berlaku 5 hari saja, segel dipasang pada Kamis (12/03).

Selain telah dilepaskanya segel ala Satpol PP digudang tersebut, ratusan kilo daging ayam yang telah membusuk, bercampur dengan bangkai Tikus, juga sudah dimusnahkan, dengan cara ditanam di Jl Tanjung Uban kilometer 37 Kabupaten Bintan dibawa dengan 7 unit mobil truk.

Dilepasnya segel itu dibenarkan, Kepala Kesatuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pemko Tanjungpinang, Irianto SH ketika dikonfirmasi awak media ini, Selasa (17/03) melalui ponselnya, mengatakan.”Benar, garis Satpol yang dipasang petugas sudah dilepas. Daging ayam yang telah membusuk juga sudah kita musnahkan dengan cara ditanam di Batu 37 kabupaten Bintan, karena hasil labor daging tersebut mengandung bakteri”katanya.

Ketika ditanya bagaimana prosedur dan tindak lanjut proses hukum yang dilalui tentang pelepasan garis Satpo PP tersebut, Irianto menerangkan.”Masalah Prosudur dan tindak lanjutnya secara hukum. Itu-kan tidak ada pihak lain yang dirugikan. Namun apabila si pemilik ingin melanjutkan usahanya di gudang tersebut, harus memiliki ijin dan memenuhi standar, salah satunya, punya mesin genset sendiri.”terang Irianto.

Terkait dengan gampangya dibuka garis Satpol PP yang menyegel gudang Ilegal milk Beyam tersebut, menjadi pertanyaan di masyarakat.”Aneh juga ya, gudang yang telah di segel Pol PP dengan gampang dilepas, terkesan tidak ada prosedural. Apa memang tidak ada aturanya ya ?. Atau tidak ada berita acara pelepasan garis Satpol PP itu.”heran sumber yang enggan menyebutkan namanya.

Masih sumber yang sama.”Pada hal, ketika gudang ilegal tersebut ketika digerebek oleh tim inspeksi mendadak (sidak) yang terdiri dari, Badan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Provinsi Kepulauan Riau (Prov Kepri) Petugas Satpol, dengan penuh semangat untuk mempolis Line. Namun dengan seiringnya waktu, Gari Satpol PP tersebut. Dilepas tanpa melalui proses. Itu kan aneh.”heran sumber

Informasi yang diperoleh radarkepri.com dari sumber lain.”Sekitar 15 hari yang lalu, seorang RT yang berdomisili di Kabupaten Bintan, membeli sekitar 500 Kilogran daging ayam potong impor di Plantar KUD kota Tanjungpinang untuk makan ikan lele. Setelah diberikan kepada ikan Lele miliknya, selang berapa jam kemudian ikan lele yang memakan daging ayam tersebut langsung mengapung alias mati.”terang sumber.

Sumber menambahkan.”Diminta pada masyarakat untuk hati-hati memakan daging ayam potong Inpor.”saran sumber yang layak dipercaya.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Rab 18 Mar 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek