; charset=UTF-8" /> New Normal Menuju Tanjungpinang yang Lebih Produktif - | ';

| | 40 kali dibaca

New Normal Menuju Tanjungpinang yang Lebih Produktif

                  Oleh : Puja Lestari Sitopu
Semenjak diumumkanya infeksi kasus pertama Covid-19 secara resmi disampaikan
oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 lalu, semakin hari angka penularan
terus mengalami peningkatan dan belum dapat dikendalikan. Dan hingga hari ini
perkembangan kasus positif Covid-19 masih lebih besar dibandingkan dengan jumlah
penyebuhan.
Di Kepulauan Riau sendiri hingga saat ini tercatat Positif Covid-19 sebanyak 293 orang, sembuh sebanyak 233 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 16 orang.
Melihat hai itu, sangat di perlukan untuk meningkaykan kewaspadaan masyarakat untuk memutus rantai penyebaran Covid 19, degan itu terhitung dari tanggal 24 April yang lalu Kepulauan Riau telah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai dengan kebijakan dari Pemerintah Pusat yang diatur dalam Permenkes No.9 tahun 2020.
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan alternatifter baik yang dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di samping mematuhi peraturan Protokol kesehatan yang telah di sampaikan sebelumnya. Sehingga masyarakat di wajibkan agar tetap berada di dalam rumah (work from home) dan dengan keadaan mendesak saja keluar rumah dengan catatan memperhatikan protokol kesehatan yang telah diimbau yaitu selalu memakai masker, sering mencuci tangan dan sebaiknya selalu sedia hand senitizer untuk sterililsasi diri serta selalu menjaga jarak 1 sampai 2 meter dan jangan membuat perkumpulan.
Dengan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), muncul fenomena
baru yang meresahkan, dimana terjadi krisis ekonomi di beberapa lapisan masyarakat,
dikarenakan terjadinya PHK besar besaran dan juga pemilik usaha (wiraswasta) mengeluh
mengalami penurunan pendapatan.
Banyak aktifitas masyarakat terhenti dikarenakan masyarakat karena diberlakukanya kebijakan social distancing. Sehingga banyak aktifitas masyarakat yang terhenti dan berpengaruh pada penurunan pendapatan.
Menilai dari fenomena tersebut, Pemerintah Pusat pun menggulirkan aturan baru yang
di harapkan dapat mengembalikan aktifitas Produktif masyarakat karena di samping
kesehatan, roda perekonomian harus terus berjalan. Hal ini didasari dengan diterbitkannya Surat edaran No.12 tahun 2020 oleh Kementerian Perdagangan tentang pemulihan aktifitas perdagangan yang dilakukan pada masa pandemi Covid-19 dan New Normal.
Dan juga berdasarkan Surat Edaran Nomor 58 tahun 2020 tentang sistem kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam tatanan New Normal.
Dalam penerapan New Normal ini, hal yang pertama didahulukan adalah bagaimana
protokol kesehatan menurut WHO dapat terlaksana. Yaitu dimana setiap masyarakat
diwajibkan selalu menggunakan masker, penyediaan fasilits tempat cuci tangan atau Hand Senitizer, cek suhu tubuh dengan termometer, dan juga selalu menjaga jarak antar individu 1 sampai 2 meter jangan sampai ada perkumpulan.
Di Tanjungpinnag sendiri, pada tanggal 29 mei lalu Pemerintah daerah melakukan
pembahasan mengenai penerapan New Normal bersama Forum Koordinsi Pimpinan Derah
(FKPD) Kota Tanjungpinang dan Tim Gugugs Tugas Covid-19 yang dipimpin oleh Plt.Walikota Tanjungpinang Ibu Rahma. Tujuan utamnya yaitu untuk mengembalikan keadaan ekonomi masyarakat dan mengembalikan produktifitas masyarakat yang beberapa waktu ini
terhalang karena paparan Covid-19.
Dan dengan penerapak New Normal ini, Aktifitas masyarakat akan dapat dilaksanakan
seperti biasanya dengn catatan tetapmematuhi protokol kesehatan sesuai standart WHO.
Karena kesehatan harus didahulukan. Dan dengan diberlakukanya New Normal ini, maka
aktifitas perdagangan, jalur transportasi baik itu darat, laut ,maupun udara, Kawasan wisata
dan lain sebagainya akan beroperasi kembali. Dan diharapkan dengan upaya ini dapat
mengembalikan nilai beli masyarakat menjadi stabil dan produktif masyarakat dapat
ditingkatkan di tengan Pandemo Covid-19 ini.
Degan diberlakukanya pola kehidupan New Normal di Tanjungpinang, diharapkan dapat mengembalikan keadaan ekonomi masyarakat dan Produktifitas masyarakat dapat ditingkatkan sehingga pertumbuhan ekonomi dapat kembali stabil dan masyarakat dapat
kembali menjalani hidup dengan tetap menjaga kesehatan dan juga keseimbangan ekonomi
untuk menopang roda kehidupan.
Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Administrasi Negara, FISIP, UMRAH.
Ditulis Oleh Pada Rab 01 Jul 2020. Kategory Cerpen/Opini, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek