| | 88 kali dibaca

Meski Tertunda Launching Digitalisasi Mendikbud Sukses di Natuna.

Natuna, Radar Kepri-Meskipun sedikit tertunda dari jadwal pada pukul 10.00 ke -pukul 14.00 WIB akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Natuna hari ini Rabu,(18/09) pagi hingga saat ini, Namun Launcing digitalusasi Mendikbud di natuna berhasil berjalan lancar.

Seliain Launching digitalusasi dihadapan Mendikbud Muhajir Effendi juga dilaksanakan penyerahan SK pusat sumber belajar program PKP berbasis zonasi, dari Bupati kepada 3 sekolah terpilih, 2 SD dan 1 SMP.

H. Muhadjir Effendy dalam sambutanya mengatakan,” Peluncuran program digitalisasi sekolah yang dilaksanakan di Kabupaten Natuna saat ini sudah dipertimbangkan secara matang-matang. Salah satunya mengingat Natuna daerah terluar dan kaya potensi.”Ucapnya.

Dengan dilaunchingnya di Natuna, ia berharap Kabupaten Natuna dapat menjadi contoh bagi daerah lain, bagaimana memanfaatkan program ini sebaik-baiknya.

“Dengan diluncurkan digitalusasi di Natuna, saya berharap Natuna dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain. Bagaimana memanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan dunia pendidikan.

Muhajir juga berharap kepada tenaga pendidik, agar menjadikan teknologi digitaliasi sekolah untuk memudahkan proses belajar mengajar dan memintarkan peserta didik di sekolah masing-masing.

bantuan perangkat digitalusasi berupa Tablek di berikan Mendikbud sebanyak 1.100 unit Tablet kepada sekolah tingkat SD, SMP dan SMA/ SMK. Dan kartu Indonesian pintar sebanyak 500 kartu.

Dari pantauan media ini di lokasi penyerahan bantuan Gedung Sri Serindit jalan Yos Soedarso Kelurahan Batu Hitam Ranai Kecamatan Bunguran timur Natunal. Saking senangnya pihak sekolah di Natuna. Meskipun jadwal awal pada pukul 10.00 WIB. Namun beberapa sekolah pada pukul 08.00 WIB sudah ada yang nengutus siswanya ke lokasi pertemuan Gedung Sri Serindit Ranai.

yang luar biasanya adapun penundaan acara pada pukul 14.00 WIB. Para siswa masih nampak dengan sabar bertahan hingga kedatangan Mendikbud pada pukul 14.00 Wib.

Menghilangkan kejenuhan dalam menunggu kedatangan menteri pendidikan dan kebudayaan H. Muhajir Effendi, panitia memberikan waktu untuk berbagai penampilan seperti tari-tarian, Puisi hingga Mengaji dan Ceramah agama.

Menurut salah seorang yang mengaku dari pejabat kementerian yang membidangi sekolah kejuruan (SMK) yang sudah duluan sampai di Natuna saat bincang-bincang di warung sarapan pagi di depan Gedung DPRD Natuna kepada media ini Rabu, (08/09) sekitar pukul 09.00 WIB pagi menjelaskan, “Kunjungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan H. Muhajir Effendi, ke Natuna dalam rangka menjuau langsung daerah 3T dan sekaligus Leoncing digitalisasi dan menyerahkan langsung bantuan 1100 unit Tablek perangkat penunjang belajar secara simbolis kepada perwakilan sekolah yang ditunjuk.

Bantuan berupa Tablek tersebut merupakan bantuan tahap awal yang baru diberikan di dua daerah yaitu Kabupaten Natuna dan Daerah Papua. Bantuan berupa Tablek itu juga diberikan kepada sekolah -sekolah yang telah ditentukan, sekolah yang sudah memiliki akses WiFi.”Terangnya.

Bantuan berupa Tablek itu juga dijelaskan oleh pihak kementerian, bukan miliki siswa yang boleh dibawa pulang kerumah. Namun tablek ini boleh digunakan oleh siswa dalam pengawasan guru di sekolah itu masing -masing. Setelah selesai belajar semua Tablek harus diselamatkan oleh para guru di tempat yang aman agar awet pemakaiannya.

Program bantuan berupa Tablek, yang diberikan oleh pihak kementerian itu merupakan tahap awal program. dan hal ini bagi sekolah yang telah mendapat perangkat ini, akan dilakukan evaluasi ulang, Apakah program ini ada perkembangan kemajuan terhadap siswa atau tidaknya nanti akan ada kita ketahui. Kalau program ini berhasil dapat meningkatkan kualitas siswa, program akan terus berlanjut ke Siswa yang belum dapat bantuan. Kalau sekiranya nanti program ini tidak ada menambah mutu belajar siswa program akan kita evakuasi kembali.”Terangnya.

Sementara itu Bupati Natuna, Hamid Rizal, mengapresiasi Menteri dan seluruh jajarannya di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan karena telah menentukan Natuna sebagai lokasi launching.

“Kami senang sekali jadi tempat lounching program pendidikan nasional ini. Kami yang berada jauh dari ibu kota ini merasa diperhatikan,” kata Bupati Hamid.

Di lain sisi, ia juga meminta agar pemerintah pusat lebih memperhatikan lagi sektor pendidikan di Natuna.

“Karena di tempat kami ini masih ada sejumlah wilayah yang masih memiliki sarana pendidikan yang masih minim. Sarana akses pendidikan seperti jalan, jaringan internet, komputer dan lainnya masih banyak yang kurang lengkap. Mudah-mudahan dengan kedatangan pak Menteri, sektor pendidikan di Natuna dapat lebih maju lagi,” Ucap Hamid. (Herman)

Ditulis Oleh Pada Rab 18 Sep 2019. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek