; charset=UTF-8" /> Laporan Dugaan Ijazah Palsu Wako Batam Naik Tahap Penyidikan - | ';

| | 2.155 kali dibaca

Laporan Dugaan Ijazah Palsu Wako Batam Naik Tahap Penyidikan

HM Rudi SE MM, Wako Batam.

Batam Radar Kepri-Kasus dugaan ijazah palsu yang dilaporkan aktfifis pendidikan Batam, Paulus Lein ke Bareskrim Mabes Polri dengan terlapor HM Rudi SE MM telah memasuki tahap penyidikan (dik). Selangkah lagi, polisi akan menetapkan nama tersangka. Hal ini diungkap Paulus Lein saat berbincang dengan radarkepri.com di Batam Center, Selasa (25/05) lalu.

Sebagai mana diketahui menjelang Pilwako kota Batam, 2020 yang lalu, Paulus Lein, melaporkan penggunaan ijazah Sarjana H.Muhamad Rudi، SE.MM.
Politisi Partak Nasdem ini tercatat juga pernah mencalonkan diri sebagai legislatif dan eksekutif yakni Wakil walikota masa Priode 2011- 2016,

Dan kemudian ditahun 2016, H. Muhamad Rudi, mencalonkan diri sebagai Walikota Batam, dengan ijazah yang sama, SE.MM.  Rudi terpilih sebagai walikota Batam masa periode 2016-2021.

Akan tetapi di Pilwako Batam 2020, sejak diributkan para aktifis LSM, menjelang Pilkada, H.Muhamad Rudi, sampai saat ini tidak pernah lagi kelihatan memakai gelar sarjananya itu.

Bincang kecil awak media ini, dengan sang pelapor dugaan ijazah palsu Walikota Batam, Paulus Lein, di mega legenda Batam Centre, seputar lapornya terungkap. Ternyata laporannya, sudah ditindak lanjuti oleh Mabes Polri,”Bahkan saya sudah koordinasi dengan penyidik yang menangi kasus ini, penyidik mengatakan sudah masuk tingkat penyidikan.”jelasnya.

Paulus Lein menambahkan, penyidik Mabes Polri sebelum lebaran lalu telah memanggil HM Rudi SE MM.”Namun, informasinya yang saya dapat, Rudi minta penundaan dan akan menghadiri panggilan tersebut sesudah lebaran.”sebutnya.

Disisi lain Mulkansyah, Ketua LSM RCW kota Batam juga telah membuat laporan dugaan ijazah palsu H.Muhamad Rudi, ke KPK , Presiden, Seskab, Mensesneg dan Ombusdmen RI,
Laporan ini dibuat untuk memberikan rasa keadilan terhadap seluruh warga negara.”Masak orang tanpa kuliah bisa langsung mendapatkan gelar sarjana. Kalau dibandingkan dangan orang yang mengikuti kuliah benaran, empat tahun belum tentu mendapatkan gelar sarjana. Inikan tidak adil. Parahnya lagi Gelar yang diduga palsu itu, digunakan untuk pembohong publik untuk kepentingan politik.”kata Mulkansyah melalui ponselya, Rabu (26/5).

Lebih lanjut Mulkansyah berharap kepada pihak yang berwenang Polri, KPK, Presiden Seskab, dan Sekneg, bisa menindak lanjuti dugaan pemakaian ijazah palsu ini, dengan seadil- adilnya.

Sementara itu H.Muhamad Rudi, dikonfirmasi awak media ini Rabu (26/05) melalui WA,
Sampai berita ini diturunkan balum ada jawaban.( Taherman)

Ditulis Oleh Pada Rab 26 Mei 2021. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek