' '
| | 1.007 kali dibaca

Keluhan Tak Digubris, Warga Ancam Blokir Jl Adi Sucipto

Iringan truk dan Dumptruk bermuatan bauksit dengan bebas melintas dijalan raya menghancurkan aspal yang dibangun dengan uang rakyat. Aparat penegak hukum dan Walikota tak mampu menindak.

Iringan truk dan Dumptruk bermuatan bauksit dengan bebas melintas dijalan raya menghancurkan aspal yang dibangun dengan uang rakyat. Aparat penegak hukum dan Walikota tak mampu menindak. Foto diambil Kamis 12 September 2013 di Jl Adi Sucipto, Tanjungpinang. (foto by aliasara radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sejumlah warga yang berdomisili di sepanjang Jl Adi Sucipto kilometer 13 arah Kijang resah dengan bebasnya dumtruck ukuran besar dan truck bermuatan bijih bauksit melintasi jalan raya. Pasalnya, sejak keberadaan dumtruck tersebut seluruh jalan yang dilaluinya banyak yang retak dan berlobang. Kemudian bongkahan tanah merah berceceran  dijalan. Jika cuaca panas, bongkahan tanah berubah menjadi debu kecoklatan. Jika musim hujan, jalan berubah menjadi “sungai lumpur”.

Keluhan di ungkapkan Ad (37) yang mengaku berdomisili di daerah tersebut, ketika dijumpai Radar Kepri di salah satu rumah makan di Jalan Adi Sucipto kilometer 13 arah kijang, Kamis (12/09) mengatakan.”Saya selaku warga disini sangat sakit hati dengan keberadaan tambang bauksit di Kampung Wonosari itu bang. Karena mobil damtruck bermuatan bijih boksit milik mereka melintasi jalan umum, akibatnya, banyak jalan yang rusak dan berlubang.”Kesalnya.

Masih Ad.”Lihat saja, warna jalan-pun berubah menjadi kuning agak kemerah-merahan karena bouksit yang dibawa mobil itu banyak berserak di jalanan. Jika musim hujan menimbulkan becek. Di musim panas seperti sekarang ini, banyak debu berterbangan, sehingga banyak rumah warga yang terkena debu, termasuk rumah saya.”Ungkapnya.

Lain lagi keluhan pengendara sepeda motor, Robi (35) yang mengaku hampir hampir setiap hari melintasi jalan tersebut, dijumpai media ini di tempat yang sama mengeluhkan.”Saya hampir setiap hari melintasi jalan ini pak, mungkin Sabtu, minggu saja saya tidak lewat dijalan ini. Kalau kita ikuti emosi. Bisa bunuh-bunuhan kita jadinya.”jengkelnya.

Kenapa tidak, lanjut Robi.”Motor kita baru saja siap dicuci, sudah kotor lagi kena debu. Begitu juga dengan pakaian kita, menjelang ke Bintan centre saja sudah kumuh akibat debu bouksit. Jadi kalau kita ikutkan emosi, apa tak bisa bunuh orang kita.”geramnya dengan mimik marah.

Kemudian Robi menambahkan.”Instansi yang berwenang sudah saatnya untuk mengambil tindakan tegas terhadap perusak lingkungan. Terutama perusak jalan umum ini sebelum hal buruk terjadi. Polisi dan Dishub harus bertindak tegas. Apa menunggu jatuh korban dulu, baru bertindak ?”jengkel Robi.

Kepala Dinas Pehubungan komonikasi dan Informasi (Dishubkomimfo) kota Tanjungpinag Drs Wan Samsi MT dikonfirmasi Radar Kepri terkait dengan bebasnya Kendaraan melebihi kapasitas itu, Kamis (12/09) via ponselnya, menyampaikan.”Kita tetap akan tidak lanjuti, dan saya sudah koordinasi dengan Kasat Lantas polresta Tanjungpinang. Jadi dalam jangka waktu dekat ini, kita akan mengadakan razia gabungan.”katanya.
Ditambahkan.”Sekarang kita masih kurang fasilitas, seperti timbangan. Jadi kita akan usahakan timbangan itu. Jadi kita tahu kendaraan tersebut melebihi kapasitas. Dalam APBD-P ini kita ajukan.”Kata lelaki berkumis itu.

Warga Tanjungpinang, khususnya warga di Jl Adi Sucipto jelas-jelas menolak truk bermuatan bauksit melindas didepan rumah mereka. Tidak perlu timbangan ataup tambahan peralatan apapu.”Kami tidak perlu timbangan atau apapun. Yang kami perlu itu larangan truk dan dumptruk bermuatan biji bauksit memakai jalan raya.”tegas Amir, seorang warga Jl Adi Sucipto lainnya.

Amir bersama warga Jl Adi Sucitpo lainnya berencana menggelar demo ke kantor Walikota untuk menyampaikan penolakan aktifitas tambang bauksit yang se-enaknya memakai jalan raya.”Bukan Wan Syamsi dan pak Lis yang menanggung biaya perbaikan jalan itu. Tapi kami, warga Tanjungpinang yang dipungut uang pajaknya yang dipergunakan untuk memperbaiki jalan-jalan rusak itu. Karena itu, kami akan demo ke kantor walikota. Jika tidak ditanggapi, kami akan blokir jalan itu agar truk pengangkut bauksit tidak lewat sini lagi.”tegas Amir, pemilik sebuah kios di Jl Adi Sucipto.. (Aliasar)

Ditulis Oleh Pada Kam 12 Sep 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda