' '
| | 987 kali dibaca

Jual Narkoba Milik Napi, Gembot Dan Acai di Adili

Terdakwa narkoba

Acai dan Gembot (mengenakan baju tahanan Kejaksaan) ketika disidangkan di PN Tanjungpinang, Senin (16/02).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Berada dibalik jeruji besi di Lapas kelas II A Tanjungpinang di Kilometer 18, Tanjungpinang, ternyata tidak membuat Landa Trinaldo alias Aldo, narapidana kasus narkoba ini menghentikan bisnis jual beli Sabu-Sabu dan ekstasi. Bahkan, dibalik jeruji, Aldo dengan leluasa mengendalikan bisnis narkobanya dengan bantuan terdakwa Suryadi alias Gembot bin Darwis dan Suwanto alias Acai yang berada diluar penjara.

Hal ini terungkap dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haryo Nugroho SH yang dibacakan di persidangan, Senin pekan lalu. Pada Senin (16/02) persidangan kembali digelar dengan agenda saksi namun batal dilanjutkan akibat saksi yang dipanggil jaksa tidak hadir.

Dalam surat dakwaan dengan nomor perkara PDM-15/TPI/01/2015 diterangkan kronologis kasus yang menghantarkan Gembot dan Acai ke penjara. Pada Selasa, 14 Oktober 2014 sekitar pukul 18 Wib, Acai mendatangi rumah Gembot di Jl Nila, Batu Hitam, Tanjungpinang.”Besok, Rabu, 15 Oktober, kamu (Acai,red) pergi ke Lapas kelas II di Kilometer 18 Tanjungpinang untuk mengambil Sabu-Sabu dari Aldo.”perintah Gembot pada Acai seraya menyerahkan uang Rp 13 juta.

Selanjutnya, Rabu, 15 Oktober 2014 sekitar pukul 10 00 Wib, Acai menjumpai Aldo dalam tahanan dan menyerahkan uang Rp 13 juta tersebut. Setelah uang diserahkan, Aldo kemudian menyuruh Acai menunggu di pelataran parkir depan Lapas tersebut.

Tak lama berselang, Acai menerima telpon dari Aldo yang memintanya mengambil kotak rokok Malboro warna merah yang ada dibawah motor di pelataran parker tersebut.”Setelah mengambil kotak rokok tersebut, terdakwa Acai langsung menjumpai Gembot di Batu 3 dan menyerahkan kotak rokok berisi narkoba jenis Sabu-Sabu seberat ¼ ons. Kemudian Sabu-Sabu tersebut dipaket-paketkan oleh Gembot untuk dijual.”terang JPU dalam surat dakwaannya.

Terungkap pula dalam pemeriksaan lanjutan, sebelum membeli Sabu-Sabu dari Aldo di Lapas, ternyata terdakwa Acai pernah juga disuruh mengambil 50 butir pil ekstasi pada Aldo yang juga diserahkan pada Gembot.

Ketika petugas BNNP Kepri menangkap dan menggeledah rumah kos terdakwa Gembot, polisi petugas menemukan 4 paket SS dan 6 butir pil ekstasi dilantai kos-nya. Sedangkan 22 butir pil ekstasi belogo “mercy” warna cream ditemukan petugas di mobil Avanza yang disewa Gembot.

Terhadap aksinya, terdakwa Gembot dan Acai dijerat jaksa melanggar, primer, pasal 114 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotikan. Subsidair pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) UU yang sama. Karena saksi tidak hadir, majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara narkoba yang dikendalikan narapidana ini dilanjutkan pada Senin (23/02).(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sel 17 Feb 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek