| | 79 kali dibaca

Dewan Pers Kembali Selesaikan Pengaduan Buana, Ini Risalahnya

Jakarta, Radar Kepri-Untuk kedua kalinya, dewan pers berhasil menyelesaikan peselisihan antara media ini dengan H Alias Wello yang diwakili Buana Febri, Kamis (31/10) di kantor dewan pers, Jalan Kebon Sirih nomor 32-34, Jakarta.

Berikut risalah penyelesaian yang diterima kedua belah pihak setelah dimediasi dewan pers.

Risalah penyelesaian nomor 92/Risalah-DP/X/2019 tentang pengaduan Buana Fauzi Februari terhadap media siber radarkepri.com.

Dewan pers menerima pengaduan dari saudara Buana Fauzi Februari (selanjutnya disebut pengadu) pada tanggal 23 Agustus 2019 terhadap media siber radarkepri.com (selanjutnya disebut teradu) terkait dua berita berjuduk” Dua Bupati Terduga Gratofilasi Masih Berstatus Saksi”(diunggah pada 8 Agustus 2019) dan “Penyelidik KPK Geledah Rumah Hendi HDS” (diunggah pada 21 Agustus 2019).

Menindaklanjuti pengaduan tersebut, dewan pera telah meminta klarifilasi kepada pengadu dan teradu pada hari Kamis, 31 Oktober 2019 disekretariat gedung dewan pers Jakarta. Pengadu teradu hadir. Berdasarkan hasil klarifikasi tersebut dewab pers menemukan bahwa teradu pernah diadukan ke dewan pers pada bulan Februari 2019 dengan pelanggaran pasal 1 dan 3 kode etik jurnalistik dan selesai melalui risalah penyelesaian pengaduan nomor 30/Risalah/DP/V/2019.

Dewan pers menilai teradu melanggar pasal 1 dan 3 kode etik jurnalistik karena menyajikan berita tidak akurat, tidak uji informasi, tidak berimbang dan memuat opini yang menghakimi.

1.Berita terbaru berjudul.”Dua Bupati Terduga Gratifikasi Masih Berstaus Saksi (diunggah 8 Agustus 2019) telah ada upaya konfirmasi. Namun soal penyebutan pengadu sebagai “Bupati terduga gratifikasi” tidak tepat karena kasus tersehut berlangsung tahun 2012 saat teradu masih berstatus wiraswasta.

2. Berita Teradu berjudul.”Penyelidik KPK geledah Rumah Hendi HDS”. (diunggah pada 21 Agustus 2019 tidak berdasarka¬† nara sumber yang otoritatif dan tidak ada konfirmasi (nara sumber anonim). Penyebutan pengadu sebagai “pelaku dugaan suap” tidak disertai dengan fakta hukum.

Pengadu dan teradu menerima penilaian Dewan Pers dan sepakat menyelrsaikan kasus ini di Dewan Pers dan menyepakati proses penyelesaian pengaduan sebagai berikut.

1. Teradu wajib melayani hak jawab dari pengadu secara proporsionl disertai permintaan maaf kepada pengadu dan masyarakat selambat-lambatnya 2×24 jam setelah hak jawab diterima.

2. Pengadu memberika hak jawab selambat-lambatnya 7 hari kerja setelah ditandatamgani risalah ini.

3.Teradu wajib menautkan hak jawab dari pengadu dengan berita yang diadukan sesuao dengan angka 4 hutif b peraturan dewan pers nomor 1/Peraturab-DP/III/2012 tentang pedoman pemberitaan media siber yang menyatakan.”Ralat, koreksi dan atau hak jawab wajib ditautkan pada berita yang diralat,dikoreksi atau yang diberi hak jawab.”

4. Teradu wajib melaporkan bukti tindak lanjut risalah ini ke Dewan Pers selambat-lambatnya 3×24 jam setelah hak jawab diunggah.

5. Kedua pihak sepakat mengakhiri kasus di dewan pers dan tidak membawa ke jalur hukum, kecuali kesepakatan ini tidak dilaksanakan.

Dewab Pers merekomendasikan teradu agar :

1.Mematuhi dengan sungguh-sungguh kode etik jurnalistik karena telah dua kali diadukan ke dewan pers dengan pelanggaran yang sama serta objek berita yang sama.

2.Tidak mengulangi pelanggaran yang sama dimasa yang akan datang. Bila hal tersebut dilakukan kembali, maka dewan pers akan mempertimbangkan untuk meninjau ulang sertifikasi kompetensi pemimpin redaksi/penanggungjawab.

Tidak melayani hak jawab bisa dipidana denda sebanyak Rp 500 000.000 sebagaimana disebutkan dalam pasal 18 ayat (2) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Demikianlah Risalag penyelsaian pengaduan ini untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Jakarta 31 Oktober 2019,pengadu  Buana Fauzi Februari (ditandatangani), teradu Irfan Antontrim (ditandatangani) dan Hendry Ch Bangun, wakil ketua Dewan Pers (ditandatangani).(redaksi)

Ditulis Oleh Pada Jum 01 Nov 2019. Kategory Nasional, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek