| | 192 kali dibaca

Bintang Smansa Cup Itu Bernama Ricky Saputra

Kapten SMANSA saat beraksi dilapangan.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Berhasilnya tim Smansa A kembali mempertahankan gelar juara Smansa Cup tidak luput atas peran Ricky Saputra. Pemilik nomor punggung 14 ini mampu menjadi leadership diantara 11 rekan-rekan setimnya. Tanpa menapikan peran sang pelatih,coach Johan.
Menjadi kapten sebuah tim bukanlah hal mudah. Harus berjiwa besar bisa menghadapi berbagai situasi dilapangan.
Hal ini telah ditunjukan seorang Ricky Saputra. Remaja kelahiran Tarempa 14 Maret 2002 lalu itu menunjukkan kharismanya sebagai pemimpin tatkala tim Smansa bertemu lawan berat SMKN 1 ( skansa) Tanjungpinang. Lawan yang sudah tidak diragukan lagi kwalitas bermain basketnya berhasil di gulung timnya dengan kerja keras dan keyenangan. Dan laga menghadapi Skansa merupakan pertarungan yang paling bergengsi. Hal ini pun diakui guru pembina olahraga Smansa, Guswandi usai menyaksikan anak didiknya bertarung habis-habisan menghadapi rivalnya tersebut.
Dalam sebuah pertandingan yang dibutuhkan bukan hanya sekedar skil shot. Namun ketenangan pemain ( bisa mengontrol emosi) menjadi poin lebih bagi sebuah tim untuk keluar dari tekanan dan menjadi winner.
Siapa nyana, sang kapten yang sederhana ini ternyata botot dari dua bersaudara.
Rekan-rekan setimnya pun mengaku kalau pelajar kelas XII Mipa 1 itu mampu memimpin/ mengayomi rekan-rekannya.
Dengan postur 176 dan berat 70 kg, fisik sang kapten tampak ideal dan berwibawa.
Pancaran kharisma penyuka pelajaran Matematika ini kian tampak dengan kulit sawo matangnya.
Putra pasangan Elly dan Lelawati menurut rekan setimnya merupakan pribadi yang disiplin dan blak-blakan.
Saat final beradu kemampuan dengan SMK MW, ia pun lebih banyak berperan menangkap bola-bola yang tidak lolos ke ring bersama Jason yang berhasil menyabet predikat pemain terbaik.
Gemuruh penonton yang menetiaki namanya tidal membuatnya besar kepala. Ia lebih banyak memberikan peluang kepada dan mengawal rekan-rekannya untuk berjuang menembus defense lawan. Ia pun tidak egois dalam membawa bola. Ia selalu berbagi dan sportif dalam bermain. Gaya shotnya pun cukup mumpuni tubuh semampainya cukup kokoh menjangkau bola yang lolos dari ring.
Menjadi teknisi merupakan cita-citanya. Dan sudah memiliki planning kuliah kedaerah Jogyakarta.
Gaya acuhnya mengingatkan dengan kapten Smansa yang membawa pertama kalinya tim basket Smansa Tanjungpinang meraih juara Smansa Cup I, Dilivio Angeleo.
Bahkan mantan kapten Smansa lainya Samuel juga mengatakan seorang Ricky Saputra tipikal orang pekerja keras.
Dua kapten ini sama-sama memuji jiwa kepemimpinan Ricky Saputra. Sehingga saat mereka meninggalkan Almamater mereka sudah memiliki calon penganti untuk melanjutkan kepemimpinan khusus dibidang basket.
Coach Johan yang pernah ditanya mengapa memilih Ricky sebagai kapten mengaku Ricky bisa mengayomi rekan-rekannya. “Dia yang bisa mengayomi teman-temannya”, katanya.
Saat Smansa Cup 2 digelar, Ricky dudah menjadi kapten di tim B yang saat itu gugur melawan tim Pemba.
Kini, saat dipercaya menjadi kapten tim A, pelajar yang menamatkan pendidikan Sekolah menengah pertama ( smp) di SMPN 2 Siantan. Menunjukkan kebisaannya.
Saat melawan rival bebuyutan Smansa, Pemba, tim ini bermain tenang. Tidak mau terpancing dengan permainan lawan.
Dengan gagah ia memimpin teman-temannya untuk solid supaya bisa keluar dari tekanan. Apa lagi timnya merupakan tim unggulan dan bermain dikandang sendiri tentu memiliki beban.
Saat laga final usai ia menjadi rebutan fans dari kaum hawa untuk sekedar foto. Kendati lelah sang bintang tetap meladeni. Ia dengan sabar dan wajah tersenyum tidak menolak. Bahkan saat media ini mengajukan pertanyaan ia tetap memberi jawaban.
Perannya sangat besar membawa tim Smansa menjuarai kembali Smansa cup.
Sesekali percakapan kami diselingi tawa. Dan ia menepati janji ketika sibuk belajar sehingga tidak bisa meladeni pertanyaan. Tanpa diminta dua kali ia pun menepati janjinya.
Sang Bintang dengan kemenangannya.

Remaja berwajah manis ini sebenarnya juga jago dalam melakukan shot. Tetapi ia lebih suka mengoper bola kepada rekannya untuk menuntaskan tugasnya. Namun disaat yang tepat ia pun beraksi melakukan shot.
Dalam eranya, Smansa berhasil menyabet 2 gelar sekaligus. Pemain terbsik putra atas nama Jason, XII IPS 3 dan top score atas nama Fernando Andreas Aritonang, XI IPS 1.
Ia juga mengatakan dalam waktu dekat timnya akan menghadapi laga lain. Selemat belajar, selamat berjuang. Teruslah mengangkasa dengan tetap rendah hati…(Lanni)

Ditulis Oleh Pada Ming 29 Sep 2019. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek