' '
| | 1.474 kali dibaca

Waspada, Komplotan Penipuan Ala Bea Siswa Marak di Tanjungpinang

SMP 4 tanjungpinang untuk berita penipuan ala beasiswa

SMPN 4 yang dicatut penipu berkedok bea siswa bagi murid berprestasi.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Maraknya penipuan via SMS dengan mengatasnamakan Telkomsel maupun bank masih saja terus terjadi. Bahkan kini, sistem penipuan yang dilakukan mengatasnamakan bea siswa murid berprestasi.

Bu Ari (nama samaran,red) menghimbau kepada seluruh orang tua untuk waspada atas penipuan gaya baru tersebut.”Saya berharap semua orang tua, maupun wali murid agar waspada dengan penelpon yang mengatas namakan sekolah, yang mengatakan bahwa anak kita mendapat bea siswa berprestasi. Sebaiknya, segera koordinasi atau cek langsung ke sekolah anak.”himbaunya.

Kepada Radar Kepri, dikisahkan wanita berambut panjang ini, beberapa waktu lalu hampir saja ia menjadi korban komplotan penipu yang mengatasnamakan dari pihak sekolah SMPN 4 Tanjungpinang. Dengan modus bea siswa berprestasi, ternyata setelah di cek ke pihak sekolah, bea siswa tersebut sama sekali tidak diperoleh anaknya.

Awalnya dirinya mendapat telp dari seseorang yang mengaku bernama Sumarno, guru SMP 4 Tanjungpinang.”Saat itu saya sedang mengikuti rapat disekolah anak saya yang kelas VI, datang telpon dari orang yang mengaku bernama Sumarno, katanya dia guru SMP 4 Tanjungpinang.”terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan bu Ari, orang yang mengaku bernama Sumarno itu mengucapkan selamat bahwa anaknya saya yang sekolah di SMPN 4 mendapatkan beasiswa berprestasi atas prestasi belajarnya.”Lalu pria itu meminta saya menghubungi Sigit Hartono, selaku wakil kepala sekolah SMPN 4 Tanjungpinang. Karena pak Sigit-lah yang mengurus bea siswa tersebut ke Diknas. Awalnya saya sempat percaya, karena memang kebetulan anak saya termasuk murid berprestasi disekolahnya. Tetapi saya jadi curiga karena orang yang menelpon saya itu mengatakan saya jangan menemui pak Sigit disekolah dan tidak usah menanyakan hal ini ke Diknas Pendidikan. Langsung saja menelepon pak Sigit.”tukasnya.

Dilanjutkan, dalam percakapan telepon itu.”Dengan anjuran pria yang menelopon saya itu, saya jadi menaruh curiga, kenapa saya tidak boleh menanyakan masalah bea siswa tersebut ke pihak sekolah maupun ke dinas pendidikan. Saya yang semula sempat senang jadi penasaran. Seandainya-pun anak saya dapat bea siswa, kenapa tidak ada pemberitahuan tertulis dari pihak sekolah. Kenapa disampaikan via telepon dan bukan langsung kepala sekolah atau yang ditunjuk pihak sekolah yang berkompoten dalam hal ini. Dinilah muncul kecurigaan saya yang besar.”bebernya.

Walau sudah menaruh curiga, lanjut bu Ari, ia tetap mencoba menghubungi nomor ponsel Sigit Hartono yang diberikan Sumarno. Lelaki yang dihubungi mengaku benar bernama Sigit Hartono dan benar wakil kepala sekolah SMP 4 Tanjungpinang.”Lucunya, lelaki ini bertanya saya lagi dimana ?. Saya jawab, saya sedang mengikuti rapat di aula SMPN 4 Tanjungpinang. Begitu mendengar saya dilingkungan sekolah, dia meminta saya mematikan telpon dan nanti setelah sampai dirumah agar menghubunginya lagi. Alasannya, karena dia area sekolah jadi suara saya tak jelas, ribut. Sehingga ia mengaku tidak jelas mendengar apa yang saya ucapkan. Berarti benar, ini komplotan penipu, kalau benar mana mungkin pakaie alasan tunggu saya sampai di rumah. Tunggu suasana sepi. Batin saya.”jelasnya panjang lebar.

Dilanjutkan Bu Ari.”Kebetulan saya ingat, anak saya pernah bilang wakil kepala sekolahnya bukan bernama Sigit Hartono. Tanpa menunggu lagi saya panggil anak saya yang bersekolah di SMP 4 Tanjungpinang dan menanyakan siapa yang bernama Sigit Hartono di SMP 4. Tanpa tedeng aling-aling, anak saya menjawab memang Sumarno merupakan salah seorang guru SMP 4 Tanjungpinang tetapi Sigit Hartono bukanlah wakil kepala sekolah SMP 4 Tanjungpinang.”bebernya.

Tak puas bertanya pada anaknya, bu Ari meminta untuk diantar ke kantor kepala sekolah untuk mempertanyakan langsung menyangkut bea siswa tersebut.”Walau sudah dijelaskan anak saya, saya tidak puas dan minta diantar kekantor untuk mempertanyakan langsung soal bea siswa itu. Dan benar, ternyata anak saya tidak ada dalam data murid yang memperoleh bea siswa  di SMP 4 Tanjungpinang.”terangnya lagi.

Sumarno, guru asli SMP 4 yang namanya “dijual” oleh komplotan penipu tersebut mengaku tidak pernah menelepon bu Ari, apa lagi soal bea siswa. Guru yang sudah paruh baya itu.”Bu ari adalah orang tua murid yang kedua menanyakan hal ini. Karena sebelumnya ada juga orang tua murid yang merasa ditelpon dan dikatakan anaknya mendapat bea siswa. Ini sudah 2 orang tua yang menanyakan hal bea siswa kepada saya. Saya tidak ada menelopon ibu. Biar lebih jelas, ibu bias tanya langsung kebagian tata usaha yang mengurus bea siswa murid disekolah ini, saya tidak menelepon ibu sama sekali, karena mengenai bea siswa bukan kewenangan saya.” itu jawaban pak Sumarno.

Dengan keterangan yang diberikan Sumarno semakin meyakinkan hati Bu Ari, yang menelepon dan mengatakan anaknya mendapat bea siswa tersebut memang benar komplotan penipu yang membawa-bawa nama SMP 4 Tanjungpinang beserta nama gurunya.”Saya merasa beruntung tidak terjebak dalam permainan komplotan ini, untung saya langsung konfirmasi kepada pihak sekolah. Dan untuk mendapatkan bea siswa, ada syarat-syaratnya. Selain punya prestasi ada ketentuan lain yang harus dipenuhi. Ini pelajaran berharga buat kita semua. Saya sudah sering dikatakan pemenang Telkomsel-lah, pemenang BRI dan lain sebagainya. Tapi itu dalam bentuk sms, kali ini saya mau ditipu lewat telepon ala bea siswa yang membawa anak saya.”terangnya.

Bu Ari berpesan agar semua orang tua murid untuk lebih waspada dan jangan mudah tergiur dengan iming-iming yang tidak jelas.”Sebaiknya kita minta nomor hp guru anak kita, semisal ada telepon yang mengatakan ini dan itu kita langsung konfirmasi ke pihak sekolah.”pungkasnya.(lanni)

Ditulis Oleh Pada Sab 22 Nov 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek