Lingga, Radar Kepri – Pengelolaan Dana Desa (DD) di sejumlah desa di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, menjadi sorotan masyarakat. Warga menilai pengawasan terhadap penggunaan anggaran desa masih lemah, sehingga berpotensi menimbulkan dugaan penyimpangan.
Sorotan tersebut mencuat pada Minggu (15/3/2026). Beberapa desa yang disebut warga antara lain Desa Tanjung Kelit di Kecamatan Katang Bidare dan Desa Sekanah di Kecamatan Lingga Utara. Selain itu, warga juga menyoroti penggunaan Dana Desa di Desa Merawang (Kecamatan Lingga), Desa Kelumu (Kecamatan Lingga), Desa Rejai (Kecamatan Bakung Serumpun), serta Desa Mentuda (Kecamatan Lingga).
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan, penggunaan Dana Desa di sejumlah wilayah tersebut diduga tidak transparan, khususnya pada anggaran tahun 2023 hingga 2026.
“Sejauh yang kami ketahui, belum pernah terdengar ada audit mendalam terhadap desa-desa tersebut oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Hingga 2026 ini juga belum ada kepala desa yang diproses secara hukum terkait dugaan tersebut,” ujar sumber tersebut.
Warga pun mempertanyakan efektivitas pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah terhadap pengelolaan Dana Desa.
Sebelumnya, Kepala Inspektorat Kabupaten Lingga M. Ja’is saat dikonfirmasi redaksi Radar Kepri menyatakan pihaknya membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan penyimpangan secara resmi.
“Kami mempersilakan masyarakat menyampaikan laporan disertai bukti yang jelas agar dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.
Namun, sebagian warga menilai pendekatan yang hanya menunggu laporan masyarakat dapat menimbulkan kesan bahwa fungsi pengawasan belum berjalan maksimal.
“Jika harus menunggu laporan masyarakat, terkesan Inspektorat tidak menjalankan peran pengawasan dan pembinaan terhadap desa,” kata sumber tersebut.
Ia juga menyoroti besarnya anggaran operasional Inspektorat yang disebut mencapai miliaran rupiah setiap tahun.
“Kalau hanya menunggu laporan masyarakat, lalu untuk apa anggaran operasional yang mencapai miliaran rupiah setiap tahun itu?” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut mengenai dugaan tersebut. (Aliasar)








