| | 700 kali dibaca

Warga Legenda Tetap Tolak Lahan Terbuka Hijau Jadi Lokasi PKL

wawako=

Syahril dan Rudi SE

Batam, Radar Kepri-Pembangunan lahan terbuka hijau yang akan disulap menjadi lahan untuk kios bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang depan ruko Hang Kesturi, Legenda Malaka terus mendapat penolakan dari seluruh warga yang bermukim di perumahan Legenda Malaka, Batam.

Puncaknya ketika Wakil Walikota Batam, Rudi SE dengan perangkat dinasnya terkait seperti dinas UMP-UMK  Batam, Camat Batam Kota bersama kelurahan Baloi Permai turun langsung menemui warga menanyakan langsung pada warga Legenda Malaka.

Warga sempat bersitegang hebat dengan Wakil Walikota Batam Rudi SE dengan, salah seorang warga yang dulunya mantan RW 004, Syaril. Wawako, Rudi SE sempat naik pitam mereka lanhsung memarahi Syahril.”Kau, omongan kamu saja yang mau didengar orang. Aku tidak level dengan kau.”kata Rudi sambil menunjuk-nujnuk muka muka mantan RW 004 tersebut.

Syahril yang dikonfirmasi media ini terkait peristiwa yang terjadi antara dirinya dengan Wakil Walikota Batam tersebut. Membenarkan Wakil Walikota Batam Rudi telah mengaggap remeh dirinya sebagai  warga.”Dia (Wawako) merasa hebat, dengan mengatakan kepada saya bahwa saya tidak level dengannya. Dan saya melihat Wakil walikota Batam Rudi tersebut tidak lebih dari pada seorang  preman, bukan seorang peminpin.”kesalnya.

Pihaknya minta pada warga Legenda Malaka agar Rudi tidak perlu lagi dipilih pada pemilukada yang akan datang.”Kami, warga Legenda Malaka menilai Rudi tersebut bukan tipe seorang peminpin yang mendengar aspirasi rakyat. Dia lebih mementingkan kepentingannya. Ini, bisa dilihat wancana pembangunan lahan hijau dilokasi kami ini. Padahal dari awal warga disini selalu menolak sampai hari ini.Namun kenapa Rudi tersebut masih saja ngotot untuk membangun lahan tersebut. Artinya, ada kepentingan Rudi dibalik ini.”Ujarnya.

Pihaknya dengan warga  RW 004 lainnya menegaskan.”Apapun yang terjadi,  kami tetap menolak lahan yang ada dilingkungan akan dijadikan lapak kaki lima untuk kios PKL. Karena, akibat dari bangunan kios-kios tersebut, kami warga disini bukan Wakil Walikota dan Walikota Batam yang merasakannya.“tegasnya.

Kalau memang ada aturan yang mengatur, bahwa lahan hijau di perbolehkan untuk dijadikan lahan komersil.”Kita minta aturan mana yang memperbolehkan lahan hijau dibangun menjadi kios-kios tersebut. Kita bukan melarang pemerintah untuk menata pedagang kaki lima. Namun bukan ditempat lahan hijau.”tegasnya.

Sebagaimana diketahui, sudah banyak Pemko Batam membungun pasar di kota Batam. Namun tidak ada yang berjalan, seharusnya pasar yang sudah dibangun pemerintahan tersebut diolakasikan untuk pedagang kakilima. Karena pasar tersebut dibangun pakai uang rakyat, mengapa harus membangun lahan  hijau.” Pasar yang sudah dibangun  pakai uang APBD saja tidak berjalan, bahkan kosong. Misalnya di kecamatan Sagulung, kalau tak salah ada pasar mubazir yang di bangun oleh pemerintah kota Batam.”Ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Warga Legenda Malaka RW 004 lainnya.”Kami sebagai warga, menolak pembangunan lahan hijau ini dijadikan kios-kios kaki lima.Walau apapun yang akan terjadi nantinya.Karena, kalau lahan ini dipaksakan dijadikan menjadi kios-kios kaki lima. Pasti akan menimbulkan banjir, jorok dan gersang. Itu pasti terjadi. Yang merasakan kita yang tinggal disini, bukan walikota Batam dan wakil walikota Batam.”katanya.

Sementara itu, Rudi SE walikota Batam yang dikonfirmasi media ini melalui SMS via ponselnya, sampai berita ini diturunkan belum ada jawaban.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Rab 17 Apr 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda