| | 89 kali dibaca

Wabup : Masalah Besar Natuna Kemiskinan dan Lambatnya Perkembangan Perekonomian di Daerah

Natuna, Radar Kepri- Wakil Bupati Natuna Drs.Hj Ngesti Yuni Suprapti, MA. mengatakan, “Kemiskinan dan keterlambatan perkembangan perekonomian merupakan masalah terbesar di Natuna saat.”Terang Wabup.

Hal tersebut disampaikan Wabup, pada rapat koordinasi Industri rumahan Selasa, (03/06)tadi pagi.

Pada rapat yang berlansung di ruang rapat lantai II kantor Bupati Natuna Bukit Arai tersebut, juga disampaikan Persoalan ini juga salah satu sebagai penghambat perkembangan Industri Rumahan di Natuna.”Kata Wabup.

Namun kata Wabup, hal ini tidak menjadi penghalang bagi Natuna khusunya untuk lebih meningkatkan Industri rumahannya hal ini di karenakan industri rumahan memilki tiga alasan penting untuk di kembangkan.

Pertama karena kinerja industri kecil dan rumah tangga cendrung lebih baik dalam menghasilkan tenaga kerja yang produktif.

Kedua sebagian dari dinamikanya industri kecil dan rumah tangga sering mencapai peningkatan produktivitasnya melalui investasi dan perubahan teknologi.

Ketiga, industri kecil dan rumah tangga memiliki keuntungan dan fleksibilitas ketimbang usaha besar.”Terang Wabup.

Acara yang dimotori oleh pihak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI itu terlihat hadir, selain Wabup Natuna, Drs.Hj Ngesti Yuni Suprapti dan Dra. Anisah, M. Si. Kabid kesetaraan gender dalam KUKM dan ekonomi kreatif, Krisdianto, SE,.MAB Kabid kesetaraan gender dalam pertanian, kelautan dan perikanan,Vidia Lestari.SP Kasubbid Fasilitasi gender dalam KUKM dan ekonomi kreatif,Urfan Faridhavin Staf pada deputi bidang kesetaraan gender serta OPD terkait dilingkungan Pemda Natuna.

Masih Wabup, Seperti yang diketahui Industri kecil dan industri rumah tangga di banyak negara di jadikan wahana pertumbuhan ekonomi dan sekaligus ujung tombak pemerataan pembangunan di daerah.

“Kita harapkan industri rumah tangga berperan dalam memecahkan masalah-masalah pengembangan industri di Natuna.
Semoga kedepannya industri rumahan yang ada di Natuna bisa berkembang dengan pesat dan mampu mendorong perekonomian Natuna lebih maju kedepan. “Terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dra. Anisah, Kabid kesetaraan gender dalam KUKM dan ekonomi kreatif mengatakan pembahasan rapat kali ini meliputi Refresh konsep pengembangan Industri Rumahan,
Pembahasan hasil pemetaan pelaku Industri Rumahan tahun 2017,dan pembahasan tindak lanjut hasil pemetaan.

Lanjut Anisah, prinsip Industri Rumahan adalah mendorong pelaku usaha yang sudah maju dan berkembang menjadi prioritas kita agar mampu bersaing di pasar nasional.
Tujuan Industri Rumahan ini adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan ekonomi masyarakat Natuna.
Sasaran dari Industri Rumahan ini adalah kaum Perempuan perempuan. “Terang Anisah.

Juga di katakan Anisah, di Natuna sendiri terdapat tiga industri rumahan yang mulai di kembangkan, oleh karenanya saya berharap kepada seluruh instansi terkait mau bekerjasama dalam mengembangkan industri rumahan di Natuna khusunya di desa Limau Manis,Ceruk dan Tanjung.
Terkait modal pendanaan di tahun pertama 100% berasal dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) sedangkan di tahun ke dua di harapkan 40% dari kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan 60% dari APBD Natuna.”Kata Anisah. (herman)

Ditulis Oleh Pada Sel 04 Sep 2018. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek