| | 415 kali dibaca

Bermasalah, Banggar DPRD Tolak Pembayaran Hutang Rp 10 Miliar Kapal Fery

Hadi Chandra, Wakil ketua DPRD Natuna.

Natuna, Radar Kepri-Wakil Ketua DPRD Natuna Hadi Candra menolak dan tidak dapat menganggarkan tunggakan hutang pembelian Kapal Feri Cepat Pemda Natuna yang berjumlah Rp. 10 Miliar itu pada Anggaran APBD Perubahan tahun 2018 ini, alasan yang di sampaikan oleh Hadi Candra, “Tim Banggar sudah sepakat dalam pembahasan KUA PPAS RAPBD perubahan, menolak membayar sisa pembayaran penggandaan kapal feri Indra Perkasa 159 tersebut. Jika harus dibayarkan perlu proses lebih lanjut.” Kata Hadi Candra.

Dijelaskan Hadi Candra, “Alasan kami tidak menyetujui diantaranya kondisi defisit anggaran yang tidak bisa diobati pada APBD perubahan.

Selain kondisi defisit dikatakan Hadi Candra, adannya temuan kejanggalan dalam proses pengadaan
kapal feri dinas Bupati tersebut oleh join audit antara inspektorat dan BPKP.
Sehingga Banggar DPRD sepakat tidak menyetujui pelunasan utang pembelian kapal Feri Pemda senilai Rp. 10 (Sepuluh) miliar, pada APBD perubahan 2018 ini.

Bahkan kejanggalan dalam join audit tersebut terdapat keanehan dalam perencanaan maupun mekanisme semestinya, dimana antara perusahaan perencanaan dan perusahan pelaksana masih satu perusahaan.

“Semestinya pernyataan utang Kapal dinas feri tersebut, sudah dilampirkan dalam KUA PPAS APBD murni tahun 2018. Bukan pada RAPBD perubahan. Untuk dasar pembayaran utang tersebut, DPR Natuna sepakat untuk meminta Bpk melakukan audit dari awal mula perencanaan pembelian Kapal Feri Indra Perkasa 159 tersebut. Kami tidak mau terseret-seret pengadaan kapal dinas ini, karena jelas sudah ada temuan, dan temuan itu sangat rancu dalam pengadaan yang nilainya miliaran,” Kata Candra.

Seperti kita diketahui bersama dalam pengadaan kapal feri tersebut, Bahkan Kejaksaan Negeri Natunapun sudah memberikan teguran kepada dinas terkait dalam proses pelaksaan kapal feri mewah tersebut.”Terang Candra. (Herman)

Ditulis Oleh Pada Sel 04 Sep 2018. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek