| | 197 kali dibaca

Traffiking Terbesar Melalui Provinsi Kepri

Suasana apat forum koordinasi Pembentukan forum komunikasi keamanan laut,.

Natuna, Radar Kepri-Tingkat kejahatan trafiking alias perdagangan manusia, selama ini terbesar di Indonesia, sebagian besar melalui Propinsi Kepri.

Hal tersebut, disampaikan oleh Kolonel Kav.M.Irawadi, SE. Kasubdid kerjasama dalam negeri TNI AL, pada rapat forum koordinasi Pembentukan forum komunikasi keamanan laut, yang berlangsung di ruang rapat lantai II Kantor Bupati Natuna Bukit Arai Rabu (25/10) tadi pagi.

Pada rapat forum koordinasi Pembentukan Forum Komunikasi Keamanan dan Keselamatan laut di wilayah Kabupaten Natuna, Selaku narasumber Kolonel Irawandi, banyak memaparkan terkait kemungkinan yang akan mengganggu keamanan wilayah laut Natuna. karena Kabupaten Natuna berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Vietnam, China, Thailan, Tiongkok dan Malaysia.

Natuna juga disebut sebagai penyumbang besar bagi negara indonesia. Setidaknya sebesar Rp. 25 triliun perbulan disumbangkan oleh Natuna dari hasil Minyak dan Gas (Migas)”Terang Sekda Natuna Drs. Wan Siswandi.

Mantan Kadishub Natuna itu, juga menyampaikan beberapa potensi kekayaan alam Natuna yang harus dijaga bersama, “Semua pihak haruslah kerjasama, kita semua, aparat dan Masyarakat.” Terang Wansis.

Masih Wansis, sebagaimana perhatian pemerintah pusat saat ini yang sudah mulai pocus dengan berbagai pembangunan di Natuna. diantaranya, pengembangan Pariwisata, Pertahan yang saat ini sedang berjalan pembangunanya, Ketahanan pangan dengan membangun beberapa hettar sawah, serta Perikanan. Minyak dan Gas, hal inilah yang harus kita jaga dengan baik. “Terangnya.

Rapat koordinasi tersebut selain Sekda Wan Siswandi S. Sos. juga nampak beberapa Perwakilan FKPD, OPD, serta beberapa peserta rapat lainya.

Sampai pukul 11.00 WIB. media ini meninggalkan ruangan rapat, rapat masih berlangsung. (Herman)

Ditulis Oleh Pada Kam 26 Okt 2017. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek