' '
| | 617 kali dibaca

Program Mentri Kelautan Belum Berjalan di Natuna

Listardi, ketua DPC PDI-P Natuna menyampaikan pandanganya tentang perkembangan Natuna, Minggu (05/04)

Listardi, ketua DPC PDI-P Natuna menyampaikan pandanganya tentang perkembangan Natuna, Minggu (05/04)

Tanjungpinang Radar Kepri-Sejumlah persoalan mencuat dari Kabupaten Natuna, mulai dari illegal fishing, tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih rendah. Dan sektor pertanian yang kurang dapat perhatian pemerintah daerah (Pemda) serta perhubungan dan transportasi yang sering macet.

Hal ini disampaikan Listardi, ketua DPC PDI-P Natuna dalam rakerda DPD PDI-P Kepri, Minggu (05/04), disektor kelautan, Listardi menyebutkan.”Ratusan kapal asing, lalu lalang setiap harinya mencuri ikan diperairan Natuna. Minimnya kapal patroli diperairan Natuna membuat leluasanya kapal ikan asing menjarah kekayaan laut Natuna.”sebut Listardi.

Kemudian, disektor pertanian, Listardi menyoroti minimnya perhatian Pemda Natuna pada bidang pertanian.”Hal ini dapat dilihat dengan tidak adanya peremajaan kelapa yang rata-rata sudah berumur diatas 50 tahun. Juga nilai jual kopra yang rendah.”terangnya.

Hal ini diperparah lagi dengan tidak tersedianya varitas bibit unggul untuk tanaman seperti durian, rambutan dan jeruk.”Ditambah kurangnya penyuluh pertanian di tiap-tiap kecamatan apalagi kelurahan. Hal ini diperparah lagi dengan langkanya pupuk subsidi, khususnya untuk tanaman cengkeh yang selama ini menjadi tanaman unggulan masyarakat Natuna.”terang Listardi.

Disektor kelautan, menurut Listardi, program Mentri Kelautan dan Perikan, Susi Pudji Asatuti sangat membantu nelayan Natuna dalam memberantas illegal fishing.”Namun program tersebut belum berjalan dengan baik disebabkan tidak adanya tambahan armada pengawas dari DKP Pusat. Karena itu, KRI harus lebih aktif di laut, bukan berlabuh di dermaga menunggu informasi dari nelayan tentang adanya kapal asing.”beber Listardi.

Pihaknya mengharapkan, perlunya dibentuk posko nelayan yang dilengkapi dengan segala fasiltas speedboat dan radio komunikasi untuk membantu pemerintah, khususnya DKP.”Tidak tersedia check poin dan bantuan untuk nelayan berupa kapal berbobot 3 GT hingga 10 GT serta pabrik es yang berkapasitas 20 ton perhari menambah deretan persoalan bagi nelayan.”katanya.

Listardi juga menyoroti mati surinya sektor pariwisata di Natuna.”Sampai hari ini, tidak adanya pengembangan kawasan wisata, khususnya wisata Bahari.”terangnya.

Sektor pendidikan dan kesehatan juga disorot Listardi.”Disektor kesehatan, puskesmas yang ada ditiap kecamatan belum dapat maksimal melakukan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Disebabkan peralatan medis tidak memadai, tidak adanya ruang rawat inap dan obat-obatan yang sangat minim.”katanya,

Disektor perhubungan dan transportasi, Listardi menyebut.”Di Natuna saat ini, transportasi sangatlah minim, baik laut maupun udara. Bahkan tidak jarang terputus, sehingga menghambat kegiatan masyarakat untuk kemajuan Natuna.”ujarnya.

Untuk mengatasi sejumlah persoalan tersebut diatas, lanjut Listardi, pihaknya berharap agar HM Soeryo Respationo terpilih menjadi Gubernur Kepri.”Dan kami dari DPC PDI-P Natuna mendukung penuh pencalonan bapak HM Soeryo Respationo SH MH sebagai Gubernur Kepri untuk menyelesaikan sejumlah persoalan diatas.”tutupnya.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Ming 05 Apr 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek