''
| | 106 kali dibaca

Polisi Gadungan Pemeras Warga Dituntut 2 Tahun Penjara

Joko Warsono, oknum polisi gadungan yang dituntut 2 tahun penjara.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Polisi gadungan, Joko Warsono yang memeras dan mengancam warga dituntut selama 2 tahun penjara oleh JPU Dany K Daulay SH, Selasa (05/06).

Dalam surat dakwaan disebutkan terdakwa JOKO WARSINO pada hari Minggu tanggal 11 Februari 2018 sekira pukul 14.15 Wib sampai dengan hari Senin tanggal 12 Februari 2018 sekira pukul 18.00 Wib di Jalan Korindo Kelurahan Sungai Lekop kecamatan Bintan Timur Kab. Bintan dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, untuk memberikan barang sesuatu.

Perbuatan mana Terdakwa lakukan dengan cara sebagai berikut. Bermula pada hari minggu tanggal 11 Februari 2018 sekira pukul 14.15 Wib Saksi korban ALI MUNAWAR yang sedang mengendarai sepeda motornya melintas di Jalan Korindo Kelurahan Sungai Lekop kecamatan Bintan Timur Kab. Bintan, tiba-tiba dari arah belakang korban terdakwa memberhentikan sepeda motor saksi korban dengan cara menghadangnya sambil terdakwa mengatakan bahwa terdakwa adalah anggota Polisi. Kemudian saksi ALI MUNAWAR pun berhenti, lalu terdakwa yang berlagak seperti Anggota Polisi tersebut pun meminta saksi ALI MUNAWAR untuk menunjukkan surat-surat kendaraan bermotornya. Karena merasa takut, maka kemudian saksi ALI MUNAWAR pun mengatakan “ada bang sama teman saya” kemudian terdakwa menjawab “berarti motor mu bodong?”, saksi ALI MUNAWAR pun mengatakan “tidak pak surat-surat ada pada teman saya”, selanjutnya terdakwa langsung menampar wajah sebelah kanan korban dengan maksud untuk menakut-nakuti korban. pada saat itu terdakwa mengajak korban duduk di halte, saat berada di halte, saksi ALI MUNAWAR yang saat itu ingin menelepon temannya supaya surat-surat kendaraan bermotor tersebut diantarkan kepada korban, namun terdakwa merampas handphone korban lalu meminta korban supaya berdamai saja. Adapun terdakwa mengatakan “kita damai saja, kamu ada uang berapa?” saksi ALI MUNAWAR menjawab “berapa pak saya ada uang 200.000 (dua ratus ribu) aja”, mulanya terdakwa menyutujuinya namun saat korban berdiri sedang mengambil uang dari saku celananya, terdakwa malah meminta uang kepada korban sejumlah Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) dengan mengatakan “mas 500.000 (lima ratus ribu) aja” mendengar hal itu, kemudian saksi ALI MUNAWAR pun langsung melarikan diri sambil berteriak “tolong ada begal”. Kemudian terdakwa pun melarikan diri sambil membawa handphone milik korban.
Bahwa selanjutnya pada hari Senin tanggal 12 Februari 2018, handphone saksi ALI MUNAWAR yang dirampas terdakwa tersebut diaktifkan oleh terdakwa, lalu tiba-tiba pemilik handphone yaitu saksi ALI MUNAWAR (korban) menghubungi terdakwa melalui handphone korban meminta supaya terdakwa mengembalikan handphone milik korban namun terdakwa mengatakan bahwa terdakwa akan mengembalikannya dengan uang jaminan sejumlah Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) dan menentukan untuk ketemuan di Jl. Sei Enam Laut Kel. Sei Enam Kec. Bintan Timur Kab. Bintan. Pada saat terdakwa hendak menyerahkan handphone kepada saksi korban, terdakwa langsung dihampiri oleh anggota kepolisian dan langsung ditangkap namun terdakwa berhasil melakukan perlawanan dan melarikan diri ke arah Jl. Raya Tanjungpinang-Tanjung Uban Km. 9, dan akhirnya terdakwa pun berhasil diamankan.
Perbuatan terdakwa yang meminta uang kepada saksi ALI MUNAWAR sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) tersebut sudah selesai dilaksanakan, namun sebelum uang yang dimintakan terdakwa tersebut terdakwa terima, terdakwa terlebih dahulu ditangkap dan diamankan oleh anggota Kepolisian dari Polsek Bintan Timur beserta barang bukti berupa 1 (satu) unit handphone merk Nokia 150 warna putih milik saksi ALI MUNAWAR yang ada dalam penguasaa terdakwa, sehingga perbuatan terdakwa tersebut tidak selesai bukan semata-mata karena kehendak terdakwa sendiri.
Bahwa berdasarkan hasil visum et repertum No. 445/RSUD-TU/08 yang dikeluarkan oleh RSUD Kab. Bintan tanggal 28 Februari 2018 oleh dokter pemeriksa dr. Wulan Desy Pravitasari terhadap korban ALI MUNAWAR menyimpulkan bahwa tidak ditemukan luka memar ataupun luka robek pada pipi kanan, namun ditemukan nyeri pada tekanan pada pipi kanan yang kemungkinan disebabkan trauma benda tumpul.
Bahwa akibat kejadian tersebut, saksi ALI MUNAWAR mengalami kerugian sebesar Rp. 380.000 (tiga ratus delapan puluh ribu rupiah) dan nyeri pada pipi sebelah kanan.

Perbuatan Terdakwa diancam pidana sebagaimana yang diatur dalam Pasal 368 Jo Pasal 53 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Persidangan dilanjutkan usai lebaran dengan agenda mendengar pembelaan dari terdakwa.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sel 05 Jun 2018. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek