' '
| | 1.063 kali dibaca

Penambang Bauksit “Rampok” Jatah Solar Nelayan, Wako Tak Berdaya

Antrian mobil berbahan bakar solar yang diduga telah dimodifikasi tanki minyaknya di SPBU kilometer 3, Tanjungpinang, Foto diambil 11 September 2013.

Antrian mobil berbahan bakar solar yang diduga telah dimodifikasi tanki minyaknya di SPBU kilometer 3, Tanjungpinang, Foto diambil 11 September 2013.(foto by aliasar, radarkepri.com)

Tanjungpinang, Radar Kepri-Antrian panjang mobil jenis Isuzu Phanter menyerbu Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar kembali terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jl Soekarno-Hatta Rabu (11/09) sekita pukul 13:30 Wib. Antrian mencapai hampir 200 meter hingga ke simpang Jl Cempedak, diduga solar ini di drop ke lokasi tambang ilegal bausit yang ada di kota Tanjungpinang.

Hal ini terlihat ketika Radar Kepri mengisi bensin di SPBU tersebut. Terlihat ada janggal saat mobil Panhter tersebut mengisi solar. Karena standar tanki mobil itu hanya hanya 35 liter saja. Namun mobil Panther yang mengisi bahan bakar di SPBU itu mencapai 200 liter.

Sumber media ini menyebutkan.”bukan kali ini saja bang. Hampir setiap hari mobil ini mengisi BBM di SPBU ini.Mobil itu tankinya sudah dirombak, makanya bisa di isi mencapai 200 liter.”sebut sumber yang tidak mau namanya ditulis itu.

Masih sumber yang sama menambahkan.”Kendaraan ini bolak-balik mengisi BBM kesini bang menjelang habis. Solar subsidi itu di jual lagi kepengusaha tambang. Mereka yang menimbun BBM, ini-kan anggota semua. Jadi siapa yang berani mengawasinya.”Tambah sumber yang tidak mau menjelaskan anggota dari satuan mana menimbun BBM tersebut.

Pantauan Radar Kepri dilapangan, antrian tersebut bukan terjadi di SPBU Jl Soekarno-Hatta. Tapi juga jadi di sejumlah SPBU seperti, SPBU Batu 3, Batu 7, hingga kilometer 16 Jl Tanjung Uban.

Informasi yang dihimpun dilapangan, penimbunan BBM jenis solar bukan terjadi di SPBU Batu Hitam saja.”Namun antrian panjang yang menggangu  jalan umum ini hampir di seluruh SPBU di kota Tanjungpinang.”Ujar sumber.

Sampai hari belum ada tindakan dari kepolisian untuk mengawasi dan menindak penyelewengan solar subsidi di SPBU tersebut. Diduga, ratusan juta negara dirugikan setiap harinya akibat penyelewengan BBM subsidi jenis solar ini. J Karena, jika menambang dengan solar industri, harganya lebih dari dua kali lipat.

Walikota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah SH diminta meninjau ulang dan menindak tegas penambang yang memakai solar subsidi untuk menambang ini.”Walikota sebaiknya mewajibkan para pemilik ijin penambangan melampirkan DO solar industri. Kalau begini, kami yang susah.”keluh Budi, seorang nelayan di Dompak.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Kam 12 Sep 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek