ni
Lingga, Radar Kepri–Dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), seakan kehilangan kepercayaan dari masyarakat kelas menengah ke atas.
Fenomena ini terlihat jelas dari banyaknya pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lingga yang lebih memilih berobat ke luar daerah, seperti ke Batam dan Tanjungpinang.
Salah satu contoh konkret adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Lingga, H. Armia. Ia diketahui sudah bertahun-tahun memilih melakukan pengobatan di salah satu RSUD di Kota Batam.
Langkah ini juga diikuti oleh sejumlah ASN dan masyarakat berduit lainnya di daerah yang dijuluki “Bumi Bunda Tanah Melayu” tersebut.
Kondisi ini tentu berdampak negatif pada sektor ekonomi daerah. Perputaran uang untuk sektor kesehatan yang seharusnya bisa menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menghidupkan ekonomi lokal, justru mengalir dan menguntungkan daerah lain.
Menurut informasi yang dihimpun dari sumber yang layak dipercaya, faktor utama keengganan berobat di RSUD setempat diduga karena adanya keraguan besar terhadap kompetensi tenaga medis.
”Mungkin ada kecurigaan atau keraguan dari masyarakat dan pejabat terkait kompetensi tenaga medis yang ada di dua RSUD Kabupaten Lingga tersebut,” ujar sumber media ini yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Selain masalah kompetensi, sumber tersebut menambahkan bahwa mungkin juga ada keterbatasan fasilitas juga menjadi pemicu utama.
”Kemungkinan besar alat kesehatan (alkes) kita juga kurang lengkap. Makanya pasien yang memiliki kemampuan finansial lebih memilih berobat keluar daerah Lingga yang fasilitasnya jauh lebih siap,” tuturnya lagi.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Dr Bukit Raya Gultom dikonfirmasi melalui WhatsApp nya beberapa hari lalu, belum memberikan ketengan.
Terkait uraian diatas, hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi terus diupayakan kepada pihak terkait lainya.
(Aliasar)






