ASN Jarang Masuk Kantor, BKPSDM Lingga Dikonfirmasi Bungkam

Lingga, Radar Kepri – Kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, kembali dipertanyakan.

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lingga dinilai lemah dalam menegakkan aturan disiplin terhadap para pegawai.

Kuat dugaan, lemahnya pengawasan tersebut dikarenakan sebagian ASN yang sering mangkir merupakan kerabat dekat Bupati Lingga, M. Nizar, S.Sos.

Informasi tersebut disampaikan oleh salah seorang ASN di lingkungan Pemkab Lingga melalui sambungan telepon pada Senin (25/05/2026).

Menurut sumber tersebut, upaya penegakan disiplin sulit terealisasi karena BKPSDM Lingga tidak memiliki keberanian untuk mengambil tindakan.

“Tidak mungkin BKPSDM bisa mendisiplinkan ASN yang jarang masuk kantor, karena mereka adalah kerabat atau keluarga Bupati. Contohnya, oknum pejabat di jajaran Sekda, Armia, dan istrinya. Siapa yang berani? Kalau pun saya menjabat sebagai Kepala BKPSDM, saya rasa mungkin juga tidak akan berani,” ungkap sumber tersebut.

Lebih lanjut, sumber tersebut khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, Pemkab Lingga akan mengalami kemunduran serius.

Ia menilai Bupati Lingga terkesan abai terhadap permasalahan disiplin yang terjadi di jajarannya.

“Saya yakin, jika Pak Bupati tidak segera tanggap, Pemkab Lingga ini akan hancur. Bahkan bisa kolaps atau bangkrut,” tambahnya.

Selain masalah disiplin, sumber yang sama juga menyoroti kondisi ekonomi di Kabupaten Lingga yang saat ini sedang merosot.

“Hingga saat ini, hak ASN saja belum dibayarkan sepenuhnya, begitu pula dengan pembayaran termin proyek kontraktor. Anda bisa lihat sendiri kondisi di Lingga sekarang; lapangan kerja minim, sehingga banyak warga yang terpaksa merantau ke luar daerah demi menyambung hidup,” ujarnya.

Terkait temuan tersebut, Kepala BKPSDM Kabupaten Lingga telah dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Senin (25/05/2026). Namun, hingga berita ini diunggah, yang bersangkutan belum memberikan respons alias “bungkam”.(Aliasar)

Pos terkait