Kinerja DPRD Lingga Disorot, Masyarakat Resah Akibat Krisis Listrik Berlarut-larut

Kantor DPRD Lingga.

​Lingga, Radar Kepri – Masyarakat Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, kini tengah diliputi keresahan mendalam.

Kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga menjadi sorotan tajam lantaran dinilai abai terhadap krisis listrik yang melanda daerah berjuluk “Bunda Tanah Melayu” tersebut.

​Keresahan warga bukan tanpa alasan. Sudah bertahun-tahun masalah listrik “mati suri” menghantui aktivitas warga, namun hingga kini belum terlihat upaya konkret dari pihak DPRD setempat untuk memanggil pihak pengelola PLN guna mencari solusi permanen.

​Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang warga Daek kepada redaksi Radar Kepri.com melalui sambungan telepon pada Minggu (21/06/2026).

​”Bertahun-tahun listrik sering mati di Kabupaten Lingga ini, tapi belum ada upaya berarti dari DPRD Kabupaten Lingga. Apa sebenarnya yang mereka kerjakan? Apakah hanya sekadar makan gaji buta saja?” ujar sumber yang meminta namanya dirahasiakan tersebut dengan nada kecewa.

​Ketidakpuasan masyarakat ini mencerminkan puncak kekesalan warga atas minimnya respons wakil rakyat terhadap kebutuhan dasar.

Padahal, sektor kelistrikan memegang peranan krusial bagi pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah kepulauan seperti Lingga.

​Menanggapi keluhan tersebut, pengamat kebijakan publik daerah menilai bahwa DPRD seharusnya memiliki fungsi pengawasan (budgeting dan controlling) yang lebih tegas.

“Seharusnya DPRD tidak diam. Mereka memiliki wewenang untuk memanggil manajemen PLN dan pemerintah daerah untuk mempertanyakan kendala teknis maupun manajerial yang membuat krisis ini tidak kunjung usai,” ujar pengamat tersebut.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi masih berupaya menghubungi pimpinan DPRD Kabupaten Lingga untuk mendapatkan klarifikasi serta penjelasan terkait langkah apa yang akan diambil dalam waktu dekat guna menanggapi aspirasi masyarakat ini.

​Warga berharap agar wakil rakyat segera mengambil tindakan nyata, bukan sekadar janji, demi mengakhiri kegelapan yang telah bertahun-tahun menyelimuti “Bunda Tanah Melayu”.(Aliasar)

Pos terkait