| | 148 kali dibaca

KIA Adalah Identitas Anak Yang Sah

Irianto SH, Kadisdukcapil Kota Tanjungpinang.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Ditengah kemajuan zaman dalam era globalisasi, dinas catatan sipil dan kependudukan telah meluncurkan Kartu Identitas Anak (KIA) yang multi fungsi.
Namun sayangnya, informasi terkait KIA masih rancu dimasyarakat. Simpang siur informasi ini ditenggarai kurangnya keingintahuan masyarakat tentang Kia. Padahal pihak disduk telah melakukan berbagai upaya untuk mensosialisasikan Kia seperti yang diungkapkan kepala kantor dusduk capil kota Tanjungpinang, Irianto, SH diruang kerjanya, Kamis (8/8).
Menurut lelaki hitam manis ini, masih rancunya informasi dimasyarakat karena masyarakat tidak mengikuti perkembangan pelayanan administrasi kependudukan.
Padahal saya selaku kepala dinas kependudukan sudah melakukan penyerahan llb, sudah mensosialisasikan melalui teman-teman wartawan. Kita sudah ke sekolah-sekolah.
“Sekolah-sekolah pasti sudah tahu kia itu apa. Jadi kita sudah kerjasama untuk mencapai kepemilikan kia ini dengan tk, paud kemudian sd. Itu semua sd sudah kita suratin. Bahkan mereka sudah mengumpulkan, kita sudah mencetak kia 16.000 kia dari akhir 2017”, terangnya.
Karna lanjut Isdianto, meski mesin kia hanya satu, pihaknya sudah berbuat. “Karna itu merupakan program nasional yang menjadi kewajiban setiap dinas kependudukan diseluruh Ibdonesia,” tukasnya.
Salah satu manfaatnya urai pria yang dikenal cukup ramah itu kia memberi identitas anak. Karena didalam kia itu datanya lengkap, lebih lengkap dari ktp. Di Kia ada nama anak, ada nik anak, ada nama orang tua anak, kk orang tua dan ada no akte kelahiran.
“Jadi semuanya itu lengkap. Kalau semua anak memiliki itu nanti kerjasamanya dengan bank jika semua anak diajarkan menabung tidak perlu ikut orang tuanya. Selama ini anak disuruh nabung tapi pake nama orang tua, kan ngak keren. Karena anak tidak punya identitas. Tapi kalau anak sudah punya kia, bank harus menerima sebagai dasar untuk menerbitkan buku tabungan,” terangnya panjang lebar.
Masih Isdianto, dengan kia anak tidak perlu lagi membawa kk atau akte bila menabung di bank karena di kia itu sudah ada nik. Pihak bank tinggal mencek apa benar yang bersangkutan merupakan anak dari no kk yang tertera di kia.
Dengan adanya kia anak wajib punya akte kelahiran. Kalau tidak kia tidak bisa dikeluarkan. Syarat-syarat untuk membuat kia cukup mudah, hanya butuh foto copy kk, akta nikah orang tua dan akte lahir anak.
Kerjasama dengan instansi pemerintah lain akan semakin mudah dengan adanya Kia. Misal dengan pihak imigrasi, anak tidak perluvrepot lagi membawa berbagai berkas orang tuanya, begitupun dengan pengurusan bpjs. Dan sebagai tambahan informasi pembuatan kia tidak ada hubungan dengan pembuatan ktp. “Mungkin tidak ada kia tidak diterima di sd itu mungkin itu kebijakan mereka mendukung program kita. Supaya anak-anak sekolah harus memiliki kia. Kan positif nilainya”, katanya.
Mengurus kia juga tidak memakan waktu lama cukup 2 hari kia sudah selesai. Kita sudah ada target. Dari 14 hari diturunkan 7 hari. Sekarang saya tekan lagi 2 hari harus selesai. Kalau usia anak 0-5 tidak pakai foto karena sistim tidak menerima diatas 5 tahun pake foto. Kia itu untuk anak usia 0-17 minus 1 hari. Kita sudah
Ia juga mengingatkan, walikota Tanjungpinang dalam mendukung pembuatan Kia sudah menurunkan anggaran untuk 20.000 keping blanko kia.(lanni)

Ditulis Oleh Pada Kam 08 Agu 2019. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek