| | 778 kali dibaca

Jaksa Diharapkan Mengusut Kasus Mesin Bantuan Mendiknas di Diknas Batam

Hery Marhat dan Riki Solihin

Hery Marhat dan Riki Solihin

Batam, Radar Kepri-Terkait dugaan penggelapan 3 mesin mobil bantuan dari Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) untuk sekolah SMKN 003 Duriankang, Bida Ayu, kecamatan  Sei Beduk oleh Dinas Pendidikan (Disdik) kota Batam.Yang saat  ini disimpan di SMKN 6, Kabil, Kecamatan Nongsa, Kampung Panau, Batam.

Ternyata jumlah mesin itu bukan 3 unit sebagaimana temuan Ketua LSM Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 ( LAKI) kota Batam, Hery Marhat, bersama ketua LSM Barelang,Yusril. Ketika Komisi IV DPRD Kota Batam menggelar  inspeksi mendadak (sidak) pada Selasa (26/03) lalu. Ternyata jumlah mesin mobil untuk praktek pelajar jurusan otomotif dari Mendiknas RI itu 11 unit.

Namun menurut ketua komisi IV DPRD kota Batam, Riki Solihin, ketika di konfirmasi media ini melalui jejaring sosial facebook-nya mengatakan.”Sejauh ini belum ada dugaan penggelapan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan tersebut. Semuanya sesuai dengan aturan. Kami sudah memegang datanya, mesin tersebut di beli pakai uang APBD kota Batam. Mesin tersebut akan digunakan untuk sekolah SMKN 006. Yang akan membuka jurusan otomotif tahun 2013 ini.”jelasnya.

Namun tidak dijelaskan tahun anggaran berapa mesin tersebut dilelang dan siapa pemenang lelang (rekanan) yang memenangkan tender serta berapa pagu anggaran proyek tersebut. Kemudian di media mana lelang senilai Rp 600 juta itu di umumkan.

Ketika dikonfirmasi, mengapa mesin-mesin tersebut harus disimpan disekolah yang belum ada jurusan otomotifnya. Sementara sekolah yang sudah ada jurusan automotif, seperti sekolah SMKN 003 di Kecamatan Sei Beduk kelurahan Duriangkang Bida Ayu yang membutuhkan mesin itu tidak diberikan.

Anehnya Riki Solihin mengatakan, kalau SMKN 003 yang sudah memiliki jurusan otomotif  belum menbutuhkan secara  mendesak.”Lagian SMKN 003  sudah memiliki mesin, jadi sifat tidak mendesak. Jadi tidak ada masalah mesin tersebut berada disekolah SMKN 006.”tulisnya di facebook pada media ini.

Pernyataan Riki Solihin, Ketua komisi IV DPRD Batam tersebut, ditanggapi ketua LSM LAKI 45 kota Batam.”Sangat aneh kalau Riki Solihin mengatakan kalau sekolah SMKN 003 tidak membutuhkan mesin tersebut. Kenapa Dinas pendidikan Batam di musrembang kemarin mengajukan pembelian 3 unit mesin sebesar Rp 600 juta. Jangan-jangan anggota DPRD Batam komisi IV juga ikut bermain didalam proyek ini ?. Sehingga terkesan ikut menutup-nutupi kesalahan yang dilakukan oleh dinas pendidikan Batam. Kita bukan menuduh tetapi wajar kita curiga.”kata Hery Marhat.

Pihaknya berharap Dinas Pendidikan transparan dalam kasus ini. Kalau memang mesin itu dibeli melalui dana APBD kota Batam. Harus bisa menjelaskan kepada publik, perusahaan siapa pemenang lelangnya.PT atau CV-nya yang memenangkan lelang pengadaan 3 mesin diatas. Kalau anggaran pembelian mesin tersebut dari dana anggaran APBN, untuk apa ?. Kemana mesin tersebut akan di berikan?. Dinas pendidikan Batam harus bisa menjelaskan kepada masyarakat Batam.”Sebagaimana yang telah diatur oleh UU Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan publik.”pintanya.

Sementara itu dalam UU Nomor 25  tahun 2009 tentang pelayanan publik, pasal 26 menyatakan, penyelenggara dilarang memberikan izin dan/atau memberikan pihak lain menggunakan sarana dan prasarana atau fasilitas pelayanan publik tidak berfungsi atau tidak sesuai dengan peruntukannya.

Maka, lanjut Hary Marhar, pihaknya meminta Dinas Pendidikan kota Batam transparan dalam hal ini. Sesuai undang-undang yang diparkan diatas, yaitu UU Keterbukaan Publik dan UU Pelayanan Publik.”Kalau memang SMKN 3 tidak membutuhkan mesin tersebut. Kenapa Dinas Pendidikan Batam mengajukan lagi anggaran pembelian mesin untuk SMKN 003 dengan nilai yang cukup fantatis sebebasar Rp 600 juta.”jelasnya.

Pihaknya berharap Kejaksaan Negeri Batam mengusut, karena adanya indikasi dugaan korupsi dengan modus manipulasi data.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Sen 15 Apr 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda