; charset=UTF-8" /> Hamil 7 Bulan, ES Diamankan Polda Kepri Terkait Kasus PMI Ilegal - | ';

| | 39 kali dibaca

Hamil 7 Bulan, ES Diamankan Polda Kepri Terkait Kasus PMI Ilegal

Batam, Radar Kepri-ES, wanita yang tengah hamil 7 bulan ini diamamkan Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kepulauan Riau pada 8 Januari 2022 di Bengkulu Utara, Bengkulu terkait kasus pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang tenggelam di Johor, Malaysia beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhart, mengatakan, ES berhasil diamankan Polda Kepri dibantu Polsek Putri Hijau, Bengkulu Utara dari rumah keluarganya.

“Kita dapat informasi keberadaan ES di Bengkulu pada 8 Januari 2022. Tim kita langsung gerak dan mengamankannya,” kata Harry, pada Selasa, 11 Januari 2022.

Harry menjelaskan, wanita 34 tahun tersebut merupakan bagian sindikasi pelaku pengiriman PMI ilegal yang karam beberapa waktu lalu.

“Pelaku bertanggung jawab terhadap 8 PMI tanpa dokumen yang dikirim nelalui Pelabuhan Rakyat,” katanya.

Menurut Harry, ES tidak mengetahui bahwa ia tengah dicari pihak kepolisian terkait kasus pengiriman PMI ilegal.

“Dia sudah meninggalkan Kepri sejak 10 Desember 2021 lalu. Dia tidak mengetahui kalau kami sedang mencari keberadaannya,” kata dia.

ES diketahui mendapatkan keuntungan dari setiap PMI yang ia kirim sebesar Rp 3 juta per kepala.

Atas perbuatannya, ES dijerat pasal berlapis yakni dengan Undang Undaang pemeberatan tindak pidana perdagangan orang dengan acamanan 15 tahun penjara dengan denda uang sebanayak Rp 600 juta.

“Dan juga Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan pidana penjara 10 tahun dan denda Rp15 miliar,” katanya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamanakan dari tangan pelaku yakni, 2 unit telepon genggam dan satu buah buku bank. “Jadi total 5 orang tersangka sudah kita amankan dari kejadian ini,” tutupnya.(islah)

Ditulis Oleh Pada Sel 11 Jan 2022. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda


Radar Kepri Indek