| | 174 kali dibaca

Final, Tim Basket Smansa Pecundangi MW

Tanjungpinang, Radar Kepri-Hujan deras yang menguyur kota Tanjungpinang, Jumat (27/9) tidak menyurutkan semangat 2 tim unggulan untuk melanjutkan pertarungan.
Lapangan yang basah secara gotong royong dikeringkan panitia dibantu para pelajar Smansa.
Rencananya pukul 3.30 dilakukan penutupan Smansa Cup III yang dilanjutkan dengan laga final dua kubu yang sama-sama punya nama besar.
Tim SMK MW yang lebih kondang dengan sebutan MW. Dengan balutan jersey pink adu kekuatan dengan tim Smansa A yang mengenakan jersey biru ala army.
Masing-masing tim didampingi pelatih. Coach Johan di kubu Smansa, coach Herman di kubu MW.
Quarter pertama lima bintang Smansa A, Jason XII Ips 3, Jeffry Kurniawan XII IPS 1, Elvern Andrisen XI Mipa 5, Fernando Andreas Atitonang XI IPS 1 dan sang kapten Ricky Saputra XII Mipa 1 bermain lepas hadapi kubu MW.
Tanpa menunggu lawan beraksi tim ini sudah memulai debutnya dengan shot dua poin yang dilakukan Fernando yang akrab disapa Nando. Pelajar berbadan kurus ini begitu lincahnya menerobos defense seterunya. Larinya gesit bak panah yang dilepas dari busurnya. Ia terus menderu laksana angin. Didukung kekompakan rekan-rekan setim Nando kian leluasa beraksi. Ia pun berhadil melakukan shot three poin pertama dalam laga tersebut. 3 wasit perbasi yang memimpin pertarungan, Firdaus, Nardi dan Rudi terlihat cukup kewalahan mengawal pertarungsn partai final tersebut.
Interval babak pertama Smansa sudah memimpin pertarungan dengan score 15-10.
Usai interval, elvern diganti dengan Daniel Tirta XII Mipa 2.
Dua bintang Smansa ini sama-sama memiliki postur subur tetapi tetap lincah dan agresif.
Dipihak Lawan, tidak kalah gesit terus memacu waktu untuk merebut poin. Pemilik no punggung 9 cukup tangguh dalam hal skill dan kegesitan. Coach Herman, tak hentinya memberikan intruksi untuk anak-anak didiknya.
Akhirnya quarter pertama ditutup dengan score 18-10.
Pada partai final ini suporter fanatik Smansa unjuk gigi. Dengan dres code serba hitam para pendukung ini ber elu-elu akan tim kebanggaannya.
Kendati tamu undangan berasal dari pejabat provibsi Kepri, suporter asyik dengan yel-yelnya.
Dengan santun anak-anak didik Imam Syafei mengemakan dukungannya.
Laga final ini juga disaksikan para majelis guru, dan juga tata usaha. Yang tidak sungkan berteriak histeris saat tim Smansa berhasil menjebol ring MW.
Memasuki quarter kedua pengumpulan poin Smansa sempat lambat. Saat interval kedudukan 21-14.
Cucuran peluh yang membasahi tubuh para atlet-atlet ini tidak mengendorkan semangat 2 tim ini untuk meneruskan perjuangan untuk sebuah prestise.
Memasuki quarter ketiga sempat dilakuksn rotadi. Jeffry Kurniawan yang banyak mendapat dukungan dari para pegawai TU diganti dengan Asral. Begitu dimasukan Asral langsung memainksn perannya. Shot three poinnya bersarang manis di ring MW, efeknya jeritan suporter mengempita menyapa cuaca ysng redup.
Kian jauh unggul dari MW anak-anak besutan Coach Johan kian membara. Elvern tak mau ketinggalan mencetak Shot three poin menambah lumbung poin Smansa. Dengan santainya ia mendrible bola dan melempar sasaran, gol
Pekik eforia suporter kian mengelora dengan semakin jauhnya MW tertinggal poin.
Sang Kapten, Ricky sempat diistirahatkan yang digsntikan oleh Richson XII IPS 3.
Remaja semampai ini sangat selow, dan terkesan dingin. Tetapi sering membuat kejutan dengan shot nya yang berbuah poin.
Memasuki quarter keempat, ssng kapten kembali dimainkan. Bergabung bersama rekan-rekannya, kapten yang berpenampilan tenang ini terus memimpin timnya untuk meraih juara. Dukungan penuh publik Smansa mampu membangkitkan asa bintang-bintang badket ini.
Pada quarter penentu ini Rangga Abdi Sulian, XII IPS 3 dimasukan.
Pada quarter ini, Jason XII IPS 3 melancarkan shot three poin yang berdampak kian bertambshnya poin Smansa. Kendati game belum berakhirsuporter dan hadirin sudah meyakini Smansa lah pemenangnya. Disebabkan perolehan poin ysng kian jauh sedangkan waktu semakin sempit.
Babak terakhir Edi Susanto XII IPS 2, Edward, Daniel Tirta XII Mipa 2, dilebur kelapangan. Detik-detik pertarungan MW tidak sanggup lagi mengejar poin Smansa. Pertarungan berakhir 62-33 bagi kemenangan Smansa.
Coach Herman yang ditemui usai laga mengakui keunggulan tim Smansa baik kekompakan maupun skill dibanding anak didiknya. Ia juga mengaku timnya melakukan persiapan 1 bulan. “Smansa bagus, skillnya masih diatas kita, serangannya bagus, defensenya juga bagus”, katanya.
Coach Johan yang ditemui usai laga menyebutkan anak-anak asuhnya bermain maksimal. Sedangkan coach Alex mengatakan kekurangan MW saat final adalah karena gugup. Akibatnya tembakan yang dilakukan tidak tepat sasaran.
Kapten MW pun mengakui tim Smansa bermain sangat bagus.
Maitrizon kadispora Provinsi Kepri yang menutup secara resmi helatan Smansa Cup pun turut bangga dengan petarungan final tersebut.
Menurutnya tim yang berlaga sangat menjaga spotrivitas. Ia juga meyakini untuk mendukung potensi-pitensi bidang basket provinsi akan mengadaksn gubernur cup. “Says disini bukan untuk melihat prestasi ansk-anak yang bernsin tadi. Tetapi saya melihat sportivitas yang mereka pegang. Salut saya. Gubernur cup selalu kita lsksanskan setiap tahunnya”, katanya.
Sang kapten, Ricky Saputra yang jadi rebutan remaja putri usai pertsndingan untuk sesi foto mengaku senang dengan kemenangsn tersebut. ” pastinya senang, kami hanya bermain maksimal”, tukasnya.
Sementara itu, Samuel mantan kapten Smansa yang juga mengantar tim basket Smansa menjuarai Smansa cup 2 memuji tim Ricky yang bermain kompak. “Mereka bermain luar biasa, hebat dan keren hari ini”, pujinya sntusias.(lanni)

Ditulis Oleh Pada Jum 27 Sep 2019. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek