' '
| | 1.759 kali dibaca

Eva Amalia Serahkan Pengelolaan Aset BUMD ke Politisi “Kutu Loncat”

Basyarudi Idris dan Eva Amalia

Basyarudin Idris dan Eva Amalia

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sejumlah pedagang yang berjualan di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kota Tanjungpinang hingga Selasa (16/04) masih bertanya-tanya tentang kerja sama BUMD dengan pihak swasta. Karena sampai Selasa (16/04) para pedagang yang dialihkan pengelolaanya ke pihak swasta tidak pernah diberi tahu. Apalagi di ajak bermusyawarah guna nencapai kata mufakat.

Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang Eva Amalia SH Msi yang dikonfirmasi media ini melalui pesan singkat (SMS) yang berisi pertanyaan, pengelolaan asset BUMD kapan dilelang dan di media mana diumumkan dan berapa nilainya. Eva Amalia SH MSi menjawab.”Tidak ada pengelolaan aset BUMD yang akan di lelang dan diumumkan di media masa dan berapa nilainya.”Tulis Eva Amalia SH MSi.

Tentu saja jawab ini aneh karena, dasar kerjasama BUMD untuk menyerahkan pengelolaan asset harus melalui mekanisme yang berlaku. Contohnya, di kota Tanjungpinang, pengelolaan lahan parker dilelang setiap tahunnya dan saat ini dikelola oleh CV Bagenda dengan nilai lelang sekitar Rp 36 juta setahun.

Eva juga menuliskan.”Mohon maaf konfirmasi beritanya tidak benar, Karena, Pengelolaan aset-aset BUMD hanya boleh dikerjasamakan. Contohnya, pengelolaan parkir, toilet, penyediaan jasa suplai air di Pasar, atau pengelolaan parkir di-Anjung Cahaya, yang kesemuanya melalui mekanisme perjanjian kerja sama tulis.” Eva namun tidak dijelaskan dasar hukum serta apakah kebijakan Dirut BUMD itu telah disetujui oleh Walikota Tanjungpinang dan DPRD Kota Tanjungpinang.

Pantauan Radar Kepri selama beberapa hari ini dilapangan, banyak diantara pedagang mempertanyakan. Seorang pedagang sayur yang tidak mau menyebutkan namanya, yang dijumpai Radar Kepri Selasa (16/04) di tempat usahanya, Pasar Baru, mengatakan.”Saya juga heran bang, mengapa BUMD jalin kerja sama dengan pihak swasta. Apakah tidak merugikan pedagang nanti-nya,? Atau apakah BUMD itu sudah malas mengurus pasar ini. Sehingga menyerahkan pengurusannya pada pihak lain.”katanya heran.

Informasi yang dihimpun media ini, yang mendapat “durian runtuh” pengelolaan asset BUMD itu adalah Basyarudin Idris alias Oom. Nama Oom alias Basarudin dikota Tanjungpinang ini sudah tidak asing lagi. Namun Oom belum pernah terdengar kiprahnya dalam duni usaha ataupun dunia kontraktor. Oom merupakan politisi “kutu loncat”, sebelum merapat ke PDI-Perjuangan, Oom merupakan politisi partai Golkar. Namun ketika Lis-Syahrul menang dalam Pilwako Tanjungpinang. Tiba-tiba saja nama Oom mencuat dan ikut mendaftar di PDI-P untuk DPRD Kota Tanjungpinang.

Beberapa waktu lalu, nama Oom dikalangan pedagang Plantar KUD juga mencuat karena sibuk membongkar dugaan korupsi dengan modus jual beli lapak dagang. Bahkan, Oom mengancam akan demo BUMD. Ternyata semua itu hanya gertakan dari politisi “kutu loncat” ini. Rupanya Oom memiliki ambisi untuk mengusai asset BUMD Kota Tanjungpinang. Diduga uang hasil asset BUMD Kota Tanjungpinang ini-lah yang akan dipergunakan Oom untuk “modal” menuju dewan kota. Oom alias Basyarudin Idris hingga berita ini di unggah belum berhasil dikonfirmasi.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sel 16 Apr 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda